Setan Juga Ada Yang Ganteng

Ketika kita mendengar kata setan, yang langsung muncul dibenak kita ialah makhluk yang jelek mukanya, buruk rupanya, dengan rambut yang aut-autan tidak teratur, atau bahkan tidak mempunyai hidung, kaki dan tangannya tidak sesuai dengan badannya. 

Atau lebih singkatnya, yang ada dibenak kita tentang segala bentuk keburukan dan kejelekan itulah setan. Dan kata setan sendiri bukan kata yang asing bagi telingan kita. Kita sering dengar kata ini bahkan sejak kita kecil.

Kadang-kadang orang tua sering menakut-nakuti agar anaknya tidak keluar rumah di waktu magrib, sang orang tua berkata "awas, entar ada setan!". Atau kata-kata dengan makna yang serupa.

Bahkan kalau di Negara kita ini setan sudah bisa masuk tivi. Entah itu dia main film atau main sinetron. Dengan judul yang aneh. Yang jelas sampai saat ini yang ada dibenak kita ialah bahwa setan itu makhluk buruk rupa yang selalu menggangu manusia.

Tapi tahukah anda bahwa pemahaman itu keliru. Ternyata setan bukanlah salah satu jenis makhluk. Setan bukanlah gender makhluk. Akan tetapi setan itu adalah sifat, sama seperti sifat saleh ketika kita membicarakan seseorang: "si Ahmad itu anak saleh".

Setan yang dalam bahasa arab disebut dengan Syaithoon, itu berasal dari kata Syathon (Sya-Tho-Na) yang mempunyai arti 'jauh'. Maksdunya ialah setan itu jauh dari rahmat Allah swt. Jauh dari kebenaran. (Al-Misbah Al-Munir jilid 1 hal 313)

Dan setan ini ialah sifat bagi makhluk Allah swt, yaitu jin dan manusia. Berarti seta nada dari golongan manusia sebagaimana ia juga ada dari golongan jin. Ini diterangkan jelas oleh Allah swt dalam firmannya:

"dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)" (Al-An'am 112)

Jin dan manusia pada hakikatnya adalah sama. Sama-sama makhluk Allah swt, hanya saja berbeda alamnya. Ada jin yang muslim ada juga jin kafir, sebagaimana juga ada manusia muslim dan manusia kafir.

Jadi tidak semua jin itu setan. Ada jin yang saleh, ada juga yang biasa-biasa saja, da nada juga yang sangat saleh dan bahkan mencapai derajat ke-wali-an. Dan yang paling berpaling, paling fasiq, paling kufur itu lah setan dari golongan jin.

Begitu juga ada dari golongan manusia itu setan. Sebagaimana telah diterangkan dalam ayat diatas. Dan bahkan setan dari golongan manusia –sebagaimana keterangan ulama- itu lebih berbahaya daripada setan dari golongan jin.

Kok bisa?
Karena ketika setan dari golongan jin itu mengganggu manusia dan membisikinya untuk berbuat maksiat, manusia pasti merasakan dalam hatinya ketidak tenangan atas pekerjaan hinanya itu. Ada dorongan dalam hatinya untuk segera keluar dari kedaan itu.

Namun jika setannya itu dari golongan manusia datang kepadanya sebagai teman yang (kelihatannya) baik, penyayang dengan pakaian yang indah dan bersih, berbicara kepadanya dengan bahasa yang sama, juga datang dengan wangi yang semerbak.

Maka ketika ia mengajak kita pada suatu kemaksiatan, kita tidak akan merasa sedang berbuat maksiat karena kita percaya bahwa teman kita tidak akan menjerumuskan kita.

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, bahwa ia pernah masuk masjid dan Rasul saw ada disitu. Kemudian Rasul bertanya kepada Abu Dzar: "sudahkah kau sholat?". Lalu ia menjawab: "Belum Ya Rasul".
Kemudian ketika Abu dzar ingin memulai sholatnya, Rasul bertanya lagi: "wahai Abu Dzar, sudahkah kau meminta perlindungan kepada Allah (Ta'awwudz Billah) dari godaan setan jin dan manusia?"

Lalu Abu Dzar menjawab keheranan: "Belum ya Rasul! Apakah ada dari manusia itu setan?" Rasul menjawab: "Ya, Ada! Bahkan ia lebih buruk (bahaya) daripada setan jin". (Tafsir Ibnu Katsir: tafsir surat Al-An'am 112)

Setan dari golongan manusia bisa jadi siapa saja. Bisa juga dia teman kita, keluarga, istri bahkan anak kita. Kapan? Ketika mereka mengajak dan memaksa kita kepada kemunkaran dan membuat kita lalai dari mengingat Allah swt.

Seperti yang banyak kita lihat belakang ini contohnya. Dari mulai golongan bawah sampai golongan pejabat, banyak setan-setan baru bermunculan. Dari mulai yang mencuri puluhan ribu sampai yang korupsi ratusan milyar kemudian membagi-bagikannya kepada kerabat atau temannya.

Allah swt berfirman:
"Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS At-Taghobun 14-15)

Mudah-mudah kita selalu terjaga dari godaan setan, baik itu dari golongan jin dan juga dari golongan manusia itu sendiri yang sangat dekat dengan kita. 

 wallahu A'lam
Share this article :
 

+ komentar + 2 komentar

18 Februari 2012 06.49

yang jadi pertnyaan sekarang, apa bedanya kata iblis dan setan?
apakah iblis serupa makna dgn setan atau merupakan sifat juga?
sebab iblis kan berarti putus asa dari rahmat allah juga.
tlng jelaskan dgn muqoronah ayat qur'an yg umum "cerita ga mau sujudnya kepada adam" .. tks

18 Februari 2012 21.31

silahkan lihat postingan selanjutnya dari blog ini
http://zarkasih20.blogspot.com/2012/02/iblis-dan-setan-sama-kah.html

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger