kamus al-munawir digital gratis (arab-inggris-indonesia)

para pembaca semua mungkin sudah dengar dengan nama Al-Munawir. yaaa ketika mendengar nama itu pasti pikiran kita semua menuju ke sebuah wacana bahwa Al-Munawir itu adalah kamus tebal, atau bisa juga dibilnag kamus induk bahasa indonesia-arab dan juga sebaliknya.
namun tahukah anda bahwa Al-munawir itu adalah nama sebuah pesantren didaerah Krapyak Jogjakarta. dan pesantren ini telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. dan nama al-munawir itu diambil dari nama pendirinya. 
ok tadi itu sekilas tentang munawri (sangat sekilas). kita kembali ke kamus Al-Munawir. 
 

Seputar Hukum Tashwir (Patung, Lukisan dan Foto/Gambar)



Dalam terjemahan bahasa Arab, gambar atau foto disebut dengan kata “tashwir”. Dalam hukum Islam tashwir mempunyai beberapa hukum. Hukumnya tidak satu hukum tetapi ada beberapa tinjauan. 

Karena tashwir mempunyai jenis yang berbeda-beda, karena itu hukumnya pun berbeda.

Pertama :

Tashwir jenis yang pertama ialah timtsal yaitu membuat patung. Entah itu terbuat dari batu atau kayu atau juga dengan sejenis materi yang keras yang bisa dibentuk dengan berbagai macam bentuk. 

Dalam hal ini ulama bersepakat atas keharamannya, yaitu mengharamkan semua gambar yang bertubuh seperti patung hewan dan manusia. Karena yang demikian ini lah yang mendapat ancaman besar dari Allah SWT dan RasulNya SAW melalui hadits-haditnya.

Dan dalam kaidah ushul fiqh dikatakan, adanya ancaman atas sesuatu tententu dalam nash-nash syari’i merupakan penjelasana atas keharaman hal tersebut. Rasul SAW bersabda:
إن أشد الناس عذابًا يوم القيامة المُصَوِّرون
“sesugguhnya manusia yang paling keras siksaannya nanti di hari kiamat ialah al-mushowwirun (orang-orang yang membuat patung)”

 الذين يضاهئون بخلق الله
Dalam riwayat lain disebutkan “mereka yang menyerupai/menandingi ciptaan Allah (membuat patung makhluk menendingi ciptaan Allah).” (HR Bukhori dan Muslim)
Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman :
 

doa-doa wudhu. ada atau tidak ?

Banyak dari kaum muslimin yang saya perhatikan, ketika ia berwudhu, ia mengambil waktu yang sangat lama sekali. Cukup lama untuk seorang yang berwudhu. Lama karena setiap kali ia mambasuh bagian tubuh wudhu, ia berhenti sejenak dan saya melihat mulutnya bergerak seakan-akan ada yang dibacanya. Entah apa yang dibaca saya tidak tahu.
Belakangan saya tahu bahwa itu adalah doa-doa anggota tubuh wudhu. Yaitu dibaca ketika ia membasuh bagian tubuh wudhu itu. Saya tidak hafal doa-doa tersebut karena saya memang tidak mempelajarinya dan memang tidak ada yang mengajari itu kepada saya sejak saya mulai belajar wudhu diwaktu kecil dulu, dan sampai saat ini.
Dalam suatu majlis saya pernah mendengar salah serang jemaah bertanya kepada ustadz tentang masalah itu, yakni doa-doa wudhu dari mulai muka sampai kaki. Kemudian sang ustadz menjawa dengan singkat : “tidak dibaca tidak apa-apa, sah wudhunya.”
sebenarnya doa ini ada atau tidak dalam syariat ?
 

muslim harus tahu waktu sholat

Seorang muslim yang melaksanakan sholat tanpa tahu apakah sudah masuk waktu sholat atau belum, apakah ia sholat diwaktu yang benar atau tidak ? sholatnya jelas tidak sah.
Karena seperti penjelasan diatas, bahwa sholat ialah kewajiban yang berkaitan dengan waktu. Artinya sholat fardhu yang lima itu masing-masing mempunyai waktu wajibnya sendiri. Dimana tidak bisa sholat itu dilaksanakan di waktu sembarang. Allah SWT berfirman :
إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa : 103)
Yang harus lebih diperhatikan ialah syaratnya itu si pelaku harus tahu masuknya waktu sholat. Maksudnya seperti ini :
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger