faktor-faktor yang menimbulkan keragu-raguan dalam sholat seorang muslim

Sangat penting bagi seorang Muslim untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan dirinya ragu ataupun lupa dalam sholat, sehingga nantinya dengan mengetahui faktor-faktor tersebut ia bisa menghindarinya dan mencari solusi untuk menanggulanginya agar sholatnya terjaga dari keragua-raguan dan kehilafan yang biasa dialami sebelumnya. 
Dan dalam bab ini, penulis akan mengenalkan beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi ragu dan lupa dalam sholatnya. Insya Allah.
 

Titipkan semua pada Allah !!

dikutip dari khutbah syeikh Sholih Al-Maghomisy (Imam besar masjid Quba) beliau bercerita, 
Dikisahkan bahwa pada zaman khalifah Umar bin Khottob ra, seseorang datang bersama anaknya kepada Amirul Mu’minin. Pasangan ayah dan anak ini mempunyai wajah yang sangat mirip sekali sehingga membuat Amirul Mu’minin terkaget-kaget sambil berkata,
“demi Allah, aku tidak pernah melihat keajaiban ini sebelumnya. Dan tidaklah kemiripan anda wahai sang ayah dengan anakmu kecuali seperti kemiripan seeokor burung gagak dengan kawannya.”
 

etika tidur dalam islam

oleh : syeikh Abdul Aziz bin Bazz
1. Berintrospkesi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah dan jika sebaliknya maka hendaknya segera mohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.
2. Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah
 

belajar dari sang beo

Ada sebuah kisah tentang seekor burung Beo yang dipelihara oleh seorang ulama  (kiyai) di sebuah pesantren. Sang Kiyai mengajari burung Beonya itu mengucapkan  kalimat sapaan-sapaan islami termasuk kalimat Thoyyibah. Dan si Beo pun sangat  familiar sekali mendengarkan dan mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dan  apalagi dia tidak pernah mendengar perkataan-perkataan yang tidak senonoh  karena  dia berada dilingkungan pesantren yang sangat islami tersebut.
Pada suatu  ketika sang Kiyai selesai memberi makan si Beo, beliau lupa menutup kandang Beo  tersebut dan seekor
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger