Iblis, dari Golongan Jin atau Malaikat?

Apakah Iblis dari golongan jin atau golongan malaikat? Kita akan bahas 2 pendapat berbeda tersebut beserta hujjah (argument) masing-masing.

Imam Al-Rozi mengatakan dalam kitab tafsirnya yang masyhur dengan sebutan At-Tafsir Al-Kabir atau Mafaatiih Al-Ghoib:

Jumhur (kebanyakan) ulama mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Malaikat. Sedangkan para ahli kalam (Muatakalimun) dan sebagian Ahli Ushul (Ushuliyun) mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Jin.

Argumen Jumhur:
Pertama: Allah swt dalam ayatNya Al-Baqoroh ayat 34,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِين

Mengecualikan Iblis dari Malaikat. Dalam kaedah bahasa Arab ini disebut dengan istilah Istitsna. dan Istitsna ini sering sekali disebutkan dalam redaksi-redaksi ayat Al-Qur'an.

Redaksi lafadznya ialah Ibliisa. Lafadz Iblis berharokat akhir Fathah. Ini namanya Ististna Muttasil, dimana mustatsna itu dari golongan Mustatsna minhu.

Dalam redaksi ini, Iblis menjadi Mustatsna dan Malaikat menjadi Mustatsna minhu. Kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat, pastilah tidak dibaca dengan akhiran fathah. Atau kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat, tidak akan disebut malaikat di awal surat.

Kedua: Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Malaikat untuk bersujud kepada Adam. Redaksinya:

"dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para Malaikat: 'bersujudlah kalian kepada Adam'. Kemudian bersujudlah mereka semua kecuali Iblis"

Yang menolak perintah itu iblis, berarti iblis itu dari golongan Malaikat. Karena Allah memerintahkan itu kepada malaikat. Allah memerintahkan itu kepada malaikat. Seandainya Iblis bukan dari golongan malaikat, pastilah perintah itu bukan ditujukan kepada Malaikat.

Lebih dekatnya seperti ini, seseorang berkata: "sang guru menyruruh seluruh anak muridnya untuk masuk ke dalam kelas. Maka masuklah semua muridnya ke dalam kelas kecuali Jaja". Berarti Jaja adalah satu dari murid-murid sang guru.

Argumen Mutakallimun:
Pertama: Iblis itu sudah barang tentu dari golongan Jin. Sesuai apa yang difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Kahfi ayat 50:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّه
"dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya……"

Namun Imam Al-Rozi mengatakan bahwa dalil ini lemah, karena kata Jin جن itu berasal dari kata Ijtinan  اجتنانyang berarti tertutup atau tidak terlihat.

Itu kenapa Janin disebut janin جنين karena ia tidak terlihat. Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah جنة kerana surga itu tertutup oleh pepohonan tebal dan lebat sehingga tidak terlihat siapa yang ada didalamnya. Begitu juga orang gila disebut Junun جنون itu karena otaknya sudah tertutup/hilang.   

Begitu juga malaikat, ia masuk dalam kata jin ini karena ia tidak terlihat oleh mata. Maka ketika malaikat pun masuk dalam kategori jin secara bahasa, mestinya jin dalam ayat diatas tidak hanya diartikan makhluk jin saja. Tetapi malaikatpun masuk dalam kata itu.

Kedua: Iblis itu punya keturunan, sedangkan Malaikat tidak punya keturunan. Jadi Iblit itu dari golongan jin sebagaimana layaknya jin. Ini sejalan dengan Firman Allah swt yang menerangkan tentang sifat Iblis:
"…………Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?............." (QS Al-kahfi 50)

Ketiga: Malaikat adalah  makhluk Allah yang ma'sum (terjaga) sehingga ia tidak bermaksiat kepada Allah. Firman Allah swt:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (QS Al-Tahrim 6)

Sedangkan Iblis itu bermaksiat kepada Allah seperti apa yang telah kita ketahui cerotanya. Jadi sudah jelas bahwa Iblis itu dari golongan Jin.

Keempat:  Iblis adalah makhluk yang terbuat dari api. "Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api ……" (QS Al- A'rof 12).

Sedangkan Malaikat jauh berbeda, ia diciptakan dari cahaya. Dari 'Aisyah ra, Rasul saw bersabda: "malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan Jin diciptakan dari nyala Api tanpa Asap" (HR Muslim No. 5314 bab Fi Ahadits Mutafarriqoh)

Inilah apa yang disebutkan oleh Imam Al-Rozi dalam kitab tafsirnya tentang masalah perbedaan ulama mengenai apakah Iblis itu dari golongan Jin atau Malaikat. Saya sarankan agar anda kembali merujuk kitab tersebut.

Imam Ibnu Katsir

Lebih lanjut tentang Iblis, Imam Ibnu Katsir menuliskan dalam kitab tafsirnya sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Iblis itu adalah sekelompot bala tentara dari golongan malaikat. Yang bernama Al-Harits, dan juga bertugas menjadi penjaga surga.

Diceritakan bahwa Makhluk pertama yang mendiami bumi ialah golongan Jin. Namun keberadaan Jin di bumi hanya mengacaukan bumi, menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah satu sama lain.

Lalu Allah mengirim Pasukan Iblis untuk mengatasi masalah yang ada di bumi itu dan segala kerusakan yang telah terjadi akibat kelakuakn Jin itu. Dan dengan kelebihan yang Allah berikan, Iblis pun berhasil menumpas dan menangani Jin-Jin perusak tersebut lalu membuangnya ke lautan serta ke pegunungan.

Karena keberhasilannya itu, timbullah rasa sombong dan angkuh dalam diri Iblis, sampai-sampai ia berkata: "aku telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh yang lain.".

Ibnu Abbas berkata: Allah telah memperlihatkan kesombongan dalam diri Iblis tapi tidak pada malaikat yang ada bersamanya saat itu.

Dan kesombongan itu terus berlanjut pada saat Allah berkata kepada Malaikat tentang penciptaan Adam. Mereka penolak rencana Allah tersebut dan mengatakan: "Apakah kau akan menciptakan makhluk yang akan merusak bumi dan munmpahkan daras.?"  (tafsir ibnu katsir, Jilid 1 halaman 227)

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-baqoroh 30)


wallahu a'lam
Share this article :
 

+ komentar + 1 komentar

18 Februari 2012 22.20

hmmm dialektis bhsanya.
Dengan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa allah swt hanya menciptakan 2 makhluk yaitu jin (malaikat dan iblis) dan manusia.
Sehingga bisa sesuai dan dikembalikan ke ayat ~> wa maa khloqtul jinna wal insa illa li ya'buduuunn. Qwaish :-D
tapi sayang penempatan pendapat ibnu katsir di paling bawah membuyarkan pemahaman trsbut, sebaiknya dinafikan atau ditarik ke atas atau ditambahkan lagi penjelasan yg menopang riwayah dari Ibnu Abbas, sehingga dapat bertemu dgn hujjah jumhur dan mutakallim.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger