"Maulid" Yang Menentang dan Yang Mendukung (Bag 3)

Sekarang, saya akan tuliskan dalil-dalil dan hujjah mereka yang mendukung maulid Nabi saw. Yang mana diwakili oleh lembaga Fatwa Mesir. Mari sama-sama kita simak hujjah meraka.

Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga fatwa mesir ini tentang perayaan maulid Nabi saw bukan sebagai jawaban atau sanggahan dari hujjah dan dalil yang disamaikan oleh komite tetap fatwa kerajaan Aran Saudi. Melainkan ini adalah murni fatwa tentang maulid Nabi saw.

Fatwa lembaga fatwa Mesir tentang Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw:

Merayakan Maulid nabi besar Muhammad saw adalah salah satu amalan yang paling baik dan ibadah yang paling agung. Karena, perayaan ini merupakan ungkapan kegembiraan dan rasa cinta kepada beliau saw. Dan kecintaan kepada beliau merupaka pondasi keimanan seorang muslim.

"tidak beriman seseorang diantara kalian sampai aku menjadi yang paling dicintainya lebih dari anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia didunia ini." (Muttafaq Alayh)

Ibnu Rajab mengatakan: mencintai Nabi Muhammad saw adalah pondasi keimaman. Dan kecintaan kepada beliau saw berjalan beriringan dengan kecintaan kepada Allah swt. Allah swt telah menyebutkan kecintaan kepada nabi Muhammad saw berbarengan dengan kecintaan kepadaNya. Dan Allah pun mengancam mereka yang mendahulukan kecintaannya terhadap segalah sesuatu yang alami –seperti hartam anak, istri dan sebagainya- dari kecintaan kepada Allah swt dan NabiNya saw. Allah swt berfirman:

"Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (QS At-taubah 24)

Merayakan maulid merupakan bentuk penghormatan kepada beliau saw. Dan menghormati Nabi Muhammad saw adalah subuah ibadah yang mutlak dianjurkan, karena ia merupakan pondasi dan asas utama dalam akidah Islam. Allah swt mengetahui derajat dan kemulian NabiNya, dan memberitahukan kepada seluruh alam mengenai namanya, pengutusannya serta derajat dan kemuliaannya. Dan semesta alam pun bergembira dengan keberadaan beliau saw sebagai cahaya, kelapangan, hujjah serta nikmat bagi seluruh makhluk Allah swt.

Para ulama salafusolih sejak abad keempat dan kelima, telah memberikan kita contoh dalam merayakan maulid Nabi saw ini. Mereka menghidupkan malam maulid dengan berbagai macam ibadah, seperti melantunkan ayat-ayat al-quran, membaca sholawat, menghidangkan jamuan makan, membaca zikir serta mendengarkan bait-bait syair pujian kepada Nabi Muhammad saw. Ini sebagaimana disebutkan oleh banyak ahli sejarah, diamtaranya Ibnul jauzi, Ibnu Katsir, IbnuDihyah Al-Andalusi, ibnu hajar dan juga jalaludin as-Suyuthi.

Tidak Ada Contoh Dari Nabi Atau Para Sahabat Juga Tabiin

Adapun  alasan bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi saw dan para sahabat juga para tabi'in pada masa keemasan Islam, demi Allah ini bukanlah alasan atau argument yang tepat untuk melarang perayaan ini.


Karena tak ada seeorangpun yang meragukan kecintaan mereka (sahabat) radhiyallhu 'anhum terhadap Nabi Muhammad saw. Namun, kecintaan ini mempunyai cara dan pengungkapan yang bermacam-macam. Dan cara yang bermacam-macam itu sama sekali tidak dilarang untuk dilakukan. Karena cara-cara tersebut bukanlah suatu bentuk ibadah jika dilihat dari inti pelaksanaannya.

Berbahagia dan bergembira dengan adanya Nabi saw adalah ibadah, tapi cara yang digunakan untuk mengungkapkan rasa bahagia itu suatu wasilah (sarana) yang diperbolehkan untuk digunakan. Seseorang boleh memilih sarana mana saja yang ia sukai untuk mengungkapkan kebahagiaannya itu selama tidak melanggar syariat.

Dalam riwayat juga disebutkan perayaan sahabat Nabi saw dengan adanya iqror (persetujuan) dari beliau saw. Diriwayatkan dari Buraidah ra, ia berkata:

"suatu ketika Nabi saw pergi berperang. Lalu ketika pulang, seorang budak hitam mendatangi beliau lalu berkata: "wahai rasulullah, aku telah bernazar jika Allah swt membawamu pulang ke madinah dalam keadaan selamat aku akan memainkan rebana ini dan bernyanyi dihadapanmu." Lalu Rasul saw menjawab: "Jika kau telah bernazar seperti maka lakukanlah. Namu jika kau tidak bernazar melakukannya maka jangan kau lakukan!" (hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Turmudzi. Ia berkata: hadits ini hasan shohih ghorib)

Jika mengungkapkan rasa bahagia atas kedatangan Nabi saw dari peperangan dalam keadaan selamat denga rebana itu di bolehkan dan diakui oleh Nabi Saw. Maka mengungkapkan rasa bahagia atas kedatangan beliau ke dunia ini dengan -rebana dan hal lain yang dibolehkan- tentu lebih utama dan lebih dianjurkan.   

Jika Allah saja meringankan azab Abu Lahab di neraka karena kegembiraannya atas kelahiran Nabi Muhammad saw –dengan membebaskan budaknya yang bernama Tsuwaibah, keran ia yang menyampaikan kabara lahirnya Nabi Muhammad saw-, padahal Abu Lahab adalah orang yang paling kafir dan paling menentang Nabi dan Islam. Maka sudah barang tentu kaum muslimin lebih berhak mendapatkan pahala karena kegembiraan mereka atas lahirnya Nabi saw sebagai cahaya bagi semesta alam raya ini.

Rasul saw sendiri telah mengajarkan kita bagaimana cara bersyukur kepada Allah swt atas lahirnya Nabi saw, yaitu dengan berpuasa pada hari kelahirannya, yaitu hari senin. (HR Muslim dari Qotadah)

Ini adalah bentuk rasa syukur beliau kepada Allah swt atas karuniaNya kepada beliau saw dan kepada umatnya. Sehingga sudah sepatutnya kita sebagai umatnya untuk mengikuti beliau untuk bersyukur kepada Allah atas karuniaNya yang telah mengutus beliau saw dengan segala bentuk bersyukur.

Bentuk bersyukur itu dapat diungkapkan dengan memberi jamuan makan, berzikir bersama, mendendangkan puji-pujian, berpuasa, bersholawat, melakukan sholat dan lain-lain.

Sheikh As-Sholihi dalam kitab sejarahnya "subulul huda wal-rosyod fi Hadyi Khoiril-'Ibad", beliau menukil dari salah seorang sholeh pada zamannya, bahwa ia bermimpi bertemu dengan Nabi saw. Orang itu mengadu kepada beliau saw bahwa ada sebagian orang yang mengaku berilmu yang mengatakan bahwa perayaan maulid Nabi itu Bid'ah. Maka Nabi bersabda kepadaNya: "Barang Siapa yang bergembira karena Kami, kami akan bergembira karenanya."

Demikian juga hukum merayakan kelahiran para wali Allah swt, serta menghidupkan perayaan mengenang mereka denganberbagai macam ketaatan. Sesungguhnya semua itu adalah hal yang dianjurkan secara syara'. Karena hal-hal tersebut mengandung upaya untuk menirukan dan menauladani mereka. Terdapat perintah syara' dalam mengenang dan mengingat para Nabi dan ara orang sholeh. Allah berfirman:

"Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi." (QS Maryam 41)

Perintah ini tidak terbatas hanya pada para nabi. Namun juga para orang-orang sholeh. Allah swt berfirman:

"dan Ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur" (QS Maryam 16)

Para ulama bersepakat bahwa Maryam bukanlah seorang nabi, melainkan seorang shiddiqoh. Demikian pula terdapat perintah untuk mengingatkan hari-hari Allah swt:

"dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah" (QS Ibrohim 5)

Dan yang termasuk hari-hari Allah ialah hari kelahiran dan hari kemenangan. Oleh karena itu rasul saw berpuasa pada hari senin (hari kelahirannya) sebagai rasa syukur kepada Allah. Dan juga beliau berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan nabi Musa alayh salam.

Oleh karena itu mengenang hari kelahiran dan mengingatkan orang lain atas kelahiran merupakan pintu orang-orang untuk bersyukur atas nikmat Allah swt. Maka tidak apa-apa menentukan hari tertntu guna mengadakan perayaan tersebut.

(fatwa Lembaga Fatwa mesir no. 140)

untuk mendowload tulisan ini lengkap dalam format pdf klik DISINI
 

"Maulid" Yang Menentang dan Yang Mendukung (Bag 2)

Baiklah, saya akan mulai dari kubu yang menentang perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Yang ini diwakili oleh Komite Tetap Fatwa kerajaan Arab Saudi. Mari sama-sama kita simak hujjah mereka:

Tidak ada syariat dalam agama ini menganai perayaan Maulid. Dan ini adalah bid'ah yang diada-adakan dalam agama. Karena itu haram hukumnya bagi seorang muslim mengadakan atau merayakan maulid Nabi saw. Dan ini didasarkan atas beberapa perkara:

Pertama
Perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw sendiri, tidak juga oleh para sahabat dan tidak juga oleh para tabi'in. jadi orang-orang pada masa keemasan Islam tidak melakukan ini.

Padahal merekalah yang paling mengetahui sunnah Nabi saw dan merekalah yang cintanya sempurna kepada Nabi saw dan juga selalu mengikuti sunnah-sunnah beliau saw.

Rasul saw bersabda:
 “Barang siapa membuat-buat hal baru dalam perkara ibadah yang tidak ada dasar hukumnya maka ia ditolak.” (Muttafaq 'Alayh)
 “Barang siapa melakukan amalan yang tidak didasari perintah kami, maka ia ditolak.” (Muttafaq 'Alayh)  
 "kerjakanlah sunnahku dan sunnah khulafa' al-rasyidin setelahku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi graham (peganglah kuat-kuat). Jauhilah dari kalian perkara-perkara yang baru (muhdats) karena setiap yang baru itu Bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat" (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari hadits-hadits diatas, telah jelas bahwa Rasul saw me-warning umatnya agar tidak membuat hal-hal baru dalam agama apalagi melakukannya.

Kedua:
Allah swt berfirman:
"pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu." (QS Al-maidah 3)

Kandungan ayat ini telah jelas makna dan maksudnya. Dan mengada-ada dalam agama seperti perayaan Maulid ini menyalahi ayat diatas. Berarti Allah swt belum menyempurnakan syariat agama ini dan RaslNya saw tidak menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya dari Allah swt secara sempurna untuk umatnya sehingga mereka yang dating setelah masa keemasan itu membuat syariat baru ini yaitu perayaan maulid.

Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah penentangan terhadap Allah swt dan rasulNya saw. Allah swt telah menyempurnakan agama ini untuk umatNya, dan rasulullah saw telah menyampaikan semua apa yang diwahyukan kepadaNya untuk umatnya tanpa ada satu hurufpun yang ditutupi atau disimpan.

"tidaklah Allah mengutus nabiNya kecuali wajib atas NabiNya untuk menyampaikan kepada umatnya jalan kebaikan yang ia ketahui dan memberi peringatan kepada umatnya atas jalan keburukan yang ia ketahui." (HR Muslim)

Seandainya perayaan maulid itu adalah sebuah syariat agama yang Allah ridhoi, pastilah nabi Muhammad sudah memberitahukan ini kepada umatnya sejak dahulu kala, atau beliau saw melakukannya, atau juga para sahabat.

Selama beliau saw dan para sahabat tidak melakukan ini berarti ini adalah hal yang baru dalam agama. Dan itu adalah bid'ah yang mana Rasul saw jauh hari sebelumnya telah memberi peringatan kepada umatnya agar menjauh dari hal-hal bid'ah karena itu adalah sebuah kesesatan.

Ketiga:
Perayaan maulid ini dirayakan pertama kali oleh para penguasa maghrib dan Mesir yaitu Bani Ubaid Al-Qodah yang dinamakan dengan Fatimiyun. Dan mereka adalah kelompok Syi'ah yang telah jelas kesesatannya.
Ibnu taimiyah berkata: "mereka (syiah) zohirnya adalah Rofidhoh dan Batinya adalah Kafir yang sesungguhnya." Mengikuti kelompok sesat berarti ikut sesat.  

Keempat
Mewujudkan penghrmatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau saw bukan mengada-ngada dalam syariat. Allah swt berfirman:

"Katakanlah (hai Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kelima:
Selain maulid itu adalah bid'ah, didalamnya juga terdapat banyak kemungkaran dan keharaman yang terjadi. Diantaranya ialah percampuran antara laki-laki dan perempuan dan juga penggunaa music dan alat music (yang menurut mereka haram).

Dan juga tidak jarang terjadi kesyirikan dalam maulid. Yaitu Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuja Nabi Muhammad saw. Sabda Nabi saw:

"jauhilah dari kalian ghuluw dalam agama, karena sesungguhnya yang menghancurkan kaum sebelum kalian adalah ghuluw mereka dalam beragama." (HR Ahmad, Nasa'I dan Ahmad)

"Janganlah kalian memuja-mujaku seperti kaum nasrani memuja-muja Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hamba Allah dan rasulNya." (HR Bukhori)

Dan yang lebih mengherankan lagi bahwa banyak orang yang sangat giat dan antusias sekali ketika merayakan maulid ini. Namun untuk urusan yang benar-benar wajib dan jelas kesunnahannya mereka malas dan tidak bangga, seperti menghadiri sholat berjamaah.

Keenam
banyak orang yang merayakan maulid ini menyangkan bahwa Nabi Muhammad saw hadir pada acara maulid itu. Ini adalah seburuk-buruknya kebodohan dan kebathilan yang besar.

Sesungguhnya Nabi Muhammad saw tidak akan keluar dari kubunya sebelum kiamat datang. Dan beliau saw tidak berkomunikasi dengan siapapun dan tidak juga menghadiri perkumpulan mereka.

Beliau saw tetap berada dalam kuburnya sampai hari kiamat tiba, dan ruhnya saw berada ditempat tertinggi (A'la' Illiyyin) disisi Allah swt dalam rumah kemuliaan (dar al-karomah). Sebagaimana friman Allah swt:

"Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, Sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat." (QS Al-Mu'minun 15-16)

Dan juga terdapat banyak ayat dan hadits nabi saw yang mengandung makna serupa bahwa Nabi saw tidak keluar dari kuburnya sebelum kiamat tiba.

Buku: fatawa Al-lajnah Al-Daimah – Al-majmu'atul Uula
Jilid: 3 Hal: 18
 

"Maulid" Yang Menentang dan Yang Mendukung (Bag 1)


kalau sudah masuk bulan Rabi'ul Awwal atau yang lebih dikenal dengan bulan mulud, sebagian atau mayoritas kaum muslim di Indonesia ini ramai mengadakan maulid Nabi Muhammad saw.

Bahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw ini sudah menjadi acara nasional yang diagendakan setiap tahunnya. Kalender nasional pun mencetak merah pada tanggal tersebut, yaitu tanggal 12 rabi'ul Awwal.

Seluruh tingkatan masyarakat dari kalangan paling tinggi yaitu Istana sampai yang paling rendah sekalipun seperti majlis taklim musholla mengadakan acara ini setiap tahun rutin. Dan bagi sebagian kalangan, mereka merasa kurang lengkap kalau bulan maulid ini dilewati tanpa ada perayaan apa-apa.

Tapi disamping meriah dan ramainya perayaan maulid ini, kita juga tak bisa menutup mata bahwa tidak sedikit dari kalangan umat Islam Indonesia yang menentangnya, dan bahkan mereka juga ramai sekali mempublikasi pernyataan mereka tentang penolakan atas perayaan maulid.

Mereka juga tidak segan-segan mengatakan bahwa ini adalah Bid'ah dalam ibadah yang sudah jelas keharamannya. Dan dengan berani mengatakan bahwa orang yang merayakannya sebagai ahli bid'ah.

Jadi, di kalanngan umat islam Indonesia ada dua kubu besar saat ini; yaitu yang menentang adanya perhelatan Maulid Nabi saw dan juga yang mendukung.

Kalau yang mendukung ramai bikin maulid dan mengatakan bahwa yang menolak maulid sebagai orang yang tidak cinta Nabinya saw. Bahkan tidak jarang kita melihat pembicara atau pemceramah diacara maulid itu yang isi ceramahnya cuma hujatan atas meraka yang tidak mau merayakan maulid.  

sediki sekali kita mnedapatkan ilmu tentang syariah, atau minimal siroh Nabi saw, tapi memang tidak semua maulid begitu. ada beberapa yang masih tetap memperhatikan adab dan value maulid itu sendiri.

Tapi kalau yang menentang ramai juga membid'ahkan yang merayakan. Mereka menyampaikan semua itu di majlis-majlis ilmu mereka, di buku-buku bahkan di media sosial lewat internet.

Yang terjadi sekarang ini di masyarakat adalah ya seperti itu, selalu terulang setiap tahun. Dan masalah ini sudah terjadi sejak dulu, bahkan sejak zamannya ulama-ulama terdahulu, jadi memang masalah ini bukan masalah baru yang baru terjadi 'kemaarin sore'.

Dan saya dalam tulisan ini, tidak akan menyalahkan yang menentang dan tidak juga menyalahkan yang mendukung peringatan ini. Saya sering membayangkan seandainya Nabi Muhammad saw ada sekarang ini diantara kedua kubu tersebut dan melihat apa yang terjadi dari perdebatan mereka, hujatan mereka satu sama lain. Hmmm

Betapa sedihnya beliau saw melihat kedua kubu yang sama-sama mengaku cinta dengan beliau saw. Dan itu jelas mencederai persaudaraan kita sesam muslim. Yang sudah jelas ikatan persaudaraannya sebagaimana yang digambarkan dalam ayat dan hadits-hadist Mustofa saw.

Untuk itu dalam tulisan ini, saya ingin mengajak pembaca semua untuk menenangkan diri dan tidak usah grasak grusuk. Baiknya kita saling menghargai atas apa yang menjadi pilihan saudara kita.

Bagi yang mengadakan maulid, ya adakan saja tanpa harus mengejek mereka yang tidak ikutan maulid sebagai penolak sunnah atau tidak mencintai Nabi saw. Dan yang menentang perayaan ini pula tidak perlu susah payah terus membid'ahkan mereka yang merayakan.

Toh yang merayakan maulid ini juga dalam sejarahnya bukan orang-orang sembarang. Meraka dari kalangan ulama pula yang keilmuannya tidak bisa dipungkiri, dan yang menentang perayaan maulid ini pula orang berilmu juga.

Jadi saya bisa menyimpulkan bahwa mereka (dari dua kubu bersebrangan ini) melakukan ini semua bukan asal jadi, tetapi semua berdasarkan ilmu yang mereka punyai. Jadi jangan asal kita menyalahkan satu sama lain.

Berikut ini, saya akan menuliskan beberapa dalil dari dua kubu bersebrngan ini yang mereka gunakan atas apa yang mereka kerjakan. Namun saya hanya mengutip dari dua kubu besar saja, yaitu Lembaga Fatwa Mesir dan Komite Tetap Fatwa Kerajaan Arab Saudi.

Saya ambil dari dua lembaga fatwa tersebut, karena setelah melakukan beberapa pencarian terhadap dalil-dalil dari kedua kubu, saya menemukan kedua lembaga fatwa inilah yang sepertinya mewakili kudu masing-masing.

Dan lembaga fatwa ini juga diisi oleh ulama-ulama yang mumpuni. Jadi menurut saya, mengutip fatwa dari dua lembaga fatwa besar ini, sama saja mengutip fatwa dari puluhan ulama besar dunia.
karena keterbatasan laman, lanjut di postingan berikutnya...... 

Tinggal KLIK

 

Membongkar Berita Bohong ( Muslim itu kudu cerdas)

anda tentu pernah liat foto yang tenar sekitar tahun 2006/2007 ini. dan juga sudah dengar tentang cerita foto ini. dikabarkan bahwa ini adalah foto perempuan yaman/oman yang durhaka kepada ibunya karena membuang mushaf yang sedang dibaca oleh ibunya kemudian ia menghardik ibunya dengan keras, seketika ia berubah menjadi bentuk seperti ini. itu azab dari Allah menurut kabar yang beredar.

dan tidak lama setelah foto ini muncul, orang-orang semua tanpa men-cek kebenaran kabar tersebut menguploadnya dan menybarkannya lewat email, MMS, youtube dan media lainnya! ya begini adat dan kebiasaan orang-orang (Muslim khususnya).

tapi benarkah kabar ini? benarkah foto itu adalah perempuan yang di azab? benarkah? tahukah anda bahwa ini adaah berita bohong?

Setelah diselidiki, ternyata foto ini bukanlah foto seperti apa yang dibicarakan, yaitu foto prempuan durhaka yang menghardik ibunya ketika beliau sedang membaca qur'an.

Ini adalah foto yang diambil pada pameran patung salah seorang seniman patung asal Italia yang bertemakan 'Reinkernasi manusia menjadi hewan'.

Untuk lebih memperjelas kebohongan berita tersbut, lihatlah foto dibawah ini.  













ya begitulah sebenarnya. kebanyakan orang Muslim gampang sekali terprovokasi oleh berita-berita ynga sama sekali belum tentu kebenaran. ini hany salah satu kejadian dari banyak kejadian lainnya. baiknya seorang muslim tidak asal gampang percaya dengan berita-berita yang datang, terlebih berita itu datang dari dunia maya yang tidak jelas nyatanya. 


khusus buat muslim Indonesia yang sepeerti dikatakan oleh KH. Zainudin MZ, bahwa orang Muslim Indonesia itu sifatnya "Gampang Kaget, Cepet Kagum". Gampang sekali menerima suatu yang baru tanpa tahu apakah itu benar atau tidak. baca ceritanya di SINI .


wallahu A'lam
 

Kembalikan Maulid ke Jalan dan Tujuan Aslinya!

Biasanya kalau sudah masuk bulan Rabi'ul Awwal atau yang biasa kita sebut dengan bulan mulud. Banyak majlis-majlis taklim atau masjid-masjid yang mengadakan Maulid Nabi saw. Bagus, sangat bagus sekali, ada upaya untuk mengingatkan kembali kepada khayalak ramai tentang cinta dan kewajiban mengikuti sunnah mustofa saw.
Terlepas dari perdebatan panjang yang saya lihat tidak akan "kelar" terkait masalah boleh atau tidaknya mengadakan Maulid.
Namun saya melihat ada beberapa catatan yang mungkin ini tidak semua orang berpendapat sama dengan saya. Yaitu soal megahnya dan mewahnya Maulid itu digelar.
Buat saya, Tidak penting seberapa besar Maulid yang kita gelar, tidak penting seberapa tenar penceramah yang kita undang, tidak penting seberapa besar dana yang kita keluarkan, yang terpenting ialah seberapa efektifkah dengan acara ini sunnah-sunnah Nabi saw kembali bisa dihidupkan.
Mungkin ini keinginan yang terlalu muluk buat sebagian orang. Tapi yaa memang itu kan tujuan diadakannya Maulid? 
Gelarlah Maulid sewajarnya dan sejalan dengan tujuan. Tidak perlu mewah-mewah dengan mamnggil ustadz kondang yang sudah malang melintang di telivisi. Kalau memnag tujuannya menghidupkan sunnah nabi, bukankah cukup dengan ustadz-ustazd yang ada di daerah sekitar. Toh yang terpenting ialah apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan.
Karena di beberapa tempat sepengetahuan saya, banyak menjlis atau masjid yang mengadakan Maulid itu terkesan pamer dan 'gagah-gagahan' di hadapan majlis atau masjid lainnya. "liat tuh, masjid gw maulidnya ngundang ustadz…(Anu)…. Yang terkenal" setidaknya begitu kata kasarnya.
Kalau memang mau liat ustadznya bukan tujuan inti maulidnya. Ya toh ngapain susah-susah ngumpulin duit banyak buat bayar sang ustadz. Toh si ustadz tiap hari muncul di tivi. Bawa aja tivi ke majlis pada jam dimana si ustadz itu ceramah trus nyalain di depan Jemaah. Gratis pula! Ngapain harus bayar mahal. Bahkan sampai puluhan juta.
Saya pernah terlibat dalam suatu perdebatan dengan seorang ketua panitia Maulid yang diadakan oleh majlis didekat rumah saya. Kami berdebat masalah uang yang terlalu besar dan si penceramah. Yang menurut saya beliau itu seorang artis bukan penceramah agama, hanya gayanya saja kalau di tivi bak kyai kondang padahal aslinya penyanyi dangdut.
Dan juga uang yang dikeluarkan mencapai 8 juta rupiah hanya untuk membayar si penyanyi dangdut yang tadi saja. Walapupun tetap saja, saya kalah debat. Karena saya mendebatkan itu didepan sekumpulan panitia yang sedang rapat. Yang tak ada satupun dari mereka yang mendudukung saya. (semua panitia anak remaja SMP-SMA)
Harus kembali kita fikirkan lagi. Masih banyak pos-pos yang lebih pantas dan layak untuk kita salurkan uang sebanyak itu. Bayangkan berapa besar manfaat yang akan kita rasakan jika uang sebesar itu digunakan untuk meng-gaji ustadz-ustadz kampung yang kerjaannya ngajarin anak-anak baca tulis Qur'an.
Lihat apa yang dilakukan Nabi saw setelah perang badr! Beliau tidak menghukum dengan sadis para tawanan dari kaum kafir quraisy. Tapi Apa yang beliau saw lakuakan? Beliau malah menyuruh tawanan tersebut untuk mengajar para kaum muslimin yang belum bisa baca tulis.
Atau betapa besar manfaatnya kalau uang itu dibelikan gerobak sampah dan meng-gaji tukang sampahnya. Agar kampung selalu bersih, karena sudah digaji dan punya gerobak sendiri, tiap hari tukang itu bisa bekerja ngangkut sampah. Kita bisa membersihkan kampung tanpa harus membuat tukang sampah sengsara karena gaji yang kecil. Bukankah kebersihan itu dari Iman?? Itu kan yang Nabi perintahkan??
Inilah yang lebih sunnah dibanding Maulid "gede-gedean" tapi tetap saja masjid dibiarkan kosong melompong kalau waktunya sholat Jemaah! Panitia yang kemarin bikin maulid pada kemana!?
Itu yang terjadi dengan saya. Tentu tidak bisa keadaan ini di generalisasi. Pasti keadaan yang pembaca alami berbeda. Atau mungkin lebih baik dari apa yang saya alami.
mungkin juga kita sering lihat banyak para peserta maulid yang mereka berbondong-bondong datang ke maulid itu tapi saling berboncengan motor dengan lawan jenis yang bukan mahrom.
atau juga yang setelah selesai maulid, ia pulang menngunakan motornya dengan tidak menggunakan helm. dan melanggar rambu lalu lintas. jadi aneh menurut saya. padahal tidak ada satu pun ajaran Nabi Muhammad saw yang mengajarkan kita untuk melanggar aturan atau malah mebahayakan diri. "Laa Dhororo wa laa Dhiroor".
tentu ini juga masalah yang tidak bisa juga disamaratakan. artinya dari sekian banyak peserta maulid, mungkin hanya 0,1 persennya saja yang nyeleweng seperti itu. tapi apapun itu, ini tetap menjadi dilema yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. jangan hanya maulid dijadikan sebagai simbol saja namun ajaran-ajaran Nabi saw malah diabaikan begitu saja. 
Maulid bukanlah satu ukuran seseorang apakah ia cinta Nabi atau tidak. Yang menjadi ukuran ialah seberapa dekat kah kita dengan beliau saw dengan sering mengerjakan sunnahnya 'alayh sholatu wa salaam.  
Ayo kembali kita hidupkan sunnah! Mengadakan Maulid ialah hanya satu cara dari ratusan bahkan ribuan cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih cinta dan mencintai juga lebih dekat dengan Al-Habib SAW.
wallahu A'lam
 

Imam Nawawi: "Begini harusnya Kita Mencintai Nabi Muhammad saw!"

Rasul saw pernah bersabda :
"Iman itu mempunyai 73-79 cabang, yang peling tinggi ialah Laa ilaaha IllaLlah dan yang paling rendah ialah membuang duri dari jalan. Dan malu termasuk dari Iman." (HR An-Nasa'I, Ath-Thobroni dan Bukhori dalam kitab Al-Adabul-Mufrod)
Imam Nawawi Al-Jawi dalam risalahnya "Al-Futuhat Al-Madaniyah", beliau menjelaskan bahwa cabang-cabang Iman ini ialah refleksi dari iman yang ada dalam diri mu'min. Mu'min yang sempurna imannya ialah mu'min yang ada didalam dirinya cabang-cabang Iman tersebut. Jika berkurang salah satu saja dari cabang-cabang iman, maka imannyapun berkurang sesuai berapa cabang yang ditinggalkan.
Dalam risalahya ini beliau menyampaikan semua cabang iman yang ada dalam kandungan hadits diatas sesuai apa yang telah ditunjukkan oleh firman-firman Allah swt dan hadits-hadits Nabi saw. Belaiu menjabarkan cabang-cabang iman tersebut sampai 78 cabang.
Dan dari salah satu 78 cabang iman itu ialah "Cinta Nabi saw". Sejalan dengan hadits Nabi saw :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
"tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sampai aku menjadi yang paling dicintainya lebih dari anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia didunia ini." (Muttafaq Alayh)
Lalu kemudian apakah kita dengan hanya mengucap "aku cinta Nabi." Dengan begitu saja kita dsebut sebagai pecinta Nabi saw? Atau memakai pakaian yang bertuliskan "I love Muhammad saw" bearti itu juga sudah cukup untuk disebut sebagai pecinta Nabi dan menjadi sempurna Imannya?. Atau ikut grup "muhibbur-Rasul saw" di grup facebook, lantas kita disebut sebagai orang yang cinta Nabi saw?.
Ini yang kemudian dijelaskan oleh Imam Nawawi, bagaimanakah ciri orang yang disebut dengan pecinta Nabi saw yang hakiki. Lihat bagaimana adab seorang ulama! Beliau ketika memberikan suatu informasi, beliau tidak membiarkan para penuntut ilmu kebingungan akan informasi tersebut, melainkan ia berikan penjelasannya.
Dalam risalah ini, beliau menuliskan bahwa ada 3 hal yang masuk dalam kategori cinta Nabi saw. Jadi jika salah satu dari 3 hal ini tidak ada dalam diri seorang muslim, ia belum bisa disebut pecinta Nabi saw. Walaupun ia berpeci, berkain sarung, berjenggot dan sebagainya itu.

1. Bersholawat kepadanya saw.
Ini adalah derajat paling rendah untuk karakter seorang yang mengaku mencintai Nabi saw. Artinya ini adalah pekerjaan minimal yang harus dilakukan oleh kita sebagai pecinta beliau saw. Jadi kalau yang menimal ini saja sudah terlewatkan, apa masih bisa seorang itu disebut pecinta Nabi saw?
Bagaimanapun redaksi sholawatnya, baik itu yang paling pendek "Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad". Atau dengan redaksi kata yang paling panjang sekalipun.
Yang penting ialah bersholawat. Percuma juga mengaku ummat Nabi saw tapi tak sekalipun sholawat keluar dari mulutnya. Kesana-kemari memakai baju dengan tulisan "I love Muhammad" tapi tak pernah tahu bagaimana sholawat dan bagaimana redaksi, buat apa tulisan sebesar itu?! Baiknya, tetap memakai baju atau kaos tersebut sebagai kampanye atau dakwah. Namun tetap besholawat!
Jadi pertanyaannya ialah: "Berapa kali dalam sehari mulut ini bersholawat kepada Al-Habib saw?"

2.       Mengikuti Sunnah beliau saw
Beliau saw bersabda :
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
"Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang telah aku bawa."
(Hadits shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al-Fath Nashr Ibnu Ibrahim Al-Maqdisy dengan sanad shahih)
Sebagaimana di riwayatkan dari kebanyakan ulama, bahwa pekerjaan ini menempati posisi paling tinggi bagi setiap muslim yang harus mencintai Nabi saw. Paling rendahnya bersholawat dan paling tingginya melakukan sunnahnya. Bukan malah ogah melakukan sunnah.
Nabi saw pernah bersabda :
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّة
"siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku ia bersamaku nanti disurga." (HR Tirmidzi)
Secara zohir, nash hadits diatas menunjukkan bahwa saru ciri penting pecinta Nabi saw ialah menghidupkan sunnahnya. Dan lebih special lagi beliau saw sudah menjamin tempat bagi para muhibbin-muhibbinnya untuk berdampingan bersamanya disurga nanti. Sangat special.
Pertanyaan untuk kategori kedua ini ialah, "dari seluruh aktivitas kita dalam sehari semalam, berapa persen-kah yang sesuai sunnah Mustofa saw dan yang tidak sesuai?"
Tentu banyak sekali sunnah-sunnah beliau saw yang sepertinya kecil kemungkinan untuk kita kerjakan semua. Butuh tahunan untuk mempelajari dan mengetahui segala sunnah Nabi saw. Bahkan jenjang kuliah starata 1 yang 4 tahun itu pun belum tentu bisa mengkhatamkan semua itu.
Tapi, kita sama sekali tidak diminta untuk mengetahui semua kelauan dan tindak tanduk Nabi saw, supaya kita ikuti. Kita hanya diminta untuk berprilaku layaknya prilaku belau saw. Satu kesunnahan beliau saw yang kita ketahui kemudian kita amalkan yang satu itu, itu berarti kita sudah menghidupkan sunnah beliau saw.
Itu yang baik, satu ilmu tapi dawam (terus menerus) dihidupkan. Dibanding banyak ilmu tapi satupun tak terjamak. Lebih buruk lagi malah menghianati ilmunya –wal 'Iyadzubillah-. Rasul saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori: "pekerjaan yang paling dicintai Allah ialah pekerjaan yang sedikit tapi terus-menerus."
Contoh sunnah Nabi saw yang paling ringan dan paling mudah kita kerjakan ialah 'Ibtisam' yaitu 'senyum' dimanapun kita berada. Perlu diketahui bahwa senyum itu bukanlah suatu kebiasaan, akan tetapi senyum adalah sunnah, ia adalah ibadah. Dan orang yang melakukan suatu ibadah layak diganjar pahala.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw adalah orang yang paling sering tersenyum. Syaikhoni; Imam bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Jarir ra, ia berkata: "sejak aku masuk Islam, aku tidak pernah bertemu dengan Nabi saw kecuali ia selalu tersenyum diwajahku setiap kali bertemu."
Jadi bisa dikatakan bahwa ciri dasar pecinta Nabi saw yang sejati ialah jika ia bertemu dengan siapapun itu, ia pasti tersenyum. Dan tentu harus dipertanyakan kecintaannya kepada Nabi saw siapa dia yang selalu memasang wajah murung.    

3.       Cinta Keluarga Nabi dan Cinta Anshor.
Nabi Saw bersabda :
آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ
"tanda keimanan seseorang ialah mencintai Anshor, dan tanda kemunafikan seseorang ialah membenci Anshor" (Muttafaq Alayh)
Keluarga Nabi saw kita semua kenal. Keturunan dan para kerabat Nabi saw. Dalam kitab subulus-salam, Imam Shon'ani menjelaskan siapa itu keluarga Nabi saw. Beliau mengukip pendapat Zaid bin Arqom: "keluarga Nabi ialah keturunan dari keluarga Ali, keluarga 'Abbas, keluarga Ja'far, dan juga keluarga Uqail (Bani Hasyim dan Bani Mutholib)".
Lalu siapakah anshor itu? Apakah mereka sahabat Nabi saw di Madinah yang menerima kedatangan kelompok hijrah dari Mekkah (Muhajirin)?
Imam Nawawi menjelaskan bahwa Anshor ialah setiap orang yang berkhidmat untuk menolong agama Allah, dan tak terbatas oleh zaman. Dimana pun kapan pun, selama ia menolong dan menegakkan syariat Allah swt berarti ialah Anshor yang wajib dicintai.
Contoh yang  paling mudah kita jumpai anshor ialah 'pegawai sampai'. Saya tidak bilang pemulung tapi pegawai sampai yang ditugaskan secra resmi oleh pihak kelurahan atau RW untuk mengurusi masalah sampah dikampung.
Bagi saya ia adalah anshor. Karena beliau telah berkhidmat dijalan Allah, yaitu membersihkan kampong ini dari tumpukan sampah yang semakin har semakin menggunung.
Dalam sejarahnya, sampah adalah masalah pelik yang sulit dibenahi di negeri kita ini, khususnya kota Jakarta. Sejak kota ini berdiri jaman belanda dulu sampai jamannya Opera van java sekarang ini.
Bayangkan jika satu atau dua hari saja para pegawai yang dimuliakan oleh Allah ini mogok kerja. Apa yang akan terjadi dengan kampong kita? Hmm..
Dan kebersihan adalah syariat yang diperintah oleh Allah swt. Banyak ayat dan hadits Nabi saw yang mengandung makna untuk ummatnya berbenah dan berbersih diri. Dan kebersihan seperti yang kita ketahui ialah syarat sah-nya sholat seorang mukmin.
Rasul saw bersabda:
الإسلام نظيف فتنظفوا فانه لا يدخل الجنة إلا نظيف
"Islam itu agama yang bersih. Maka ber-bersihlah kalian semua. Sesungguhnya tidak masuk surga kecuali ia yang bersih" (HR Thobroni)

Wallhu A'lam.




 

Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU

           buku yang dikarang oleh KH. Muhammad Najih Maimoen ini benar-benar membuka mata para pembacanya (menurut saya) khususnya mereka yang aktiv di Ormas NU. buku dengan tebal 406 halaman ini, memuat berbagai macam informasi yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang NU sendiri.
        dalam bukunya, penulis mengungkapkan kekhawatirannya terhadap organisasinya ini sendiri maraknya paham-paham liberal yang dikampenyakan oelh sebagian tokoh-tokoh NU. belaiu secara vulgar membuka informasi tentang penyelewangan-penyelewangan yang dilakukan oleh sebagian tokoh-tokoh NU. dari apa yang mereka ungkapkan melalui tulisan, juga rekamjejak politik mereka.
      sebelumnya kita sudah tidak asing lagi tentang paham liberal yang di anut oleh beberapa tokoh NU, seperti ulil Abshor, Gus Dur, zuhairi misrawi. namun dalam buku ini, penulis lebih dari 10 tokoh NU yang terlibat jarinagn Liberal, tentu dengan manuliskan faktor penyebab apa yang membuat penulis memasukan meraka kedalam bukunya ini.
beberapa faktor selain kedekatan tokoh-tokoh tersebut dengan JIL (Jaringan Islam Liberal), juga penolakan mereka terhadap formalisasi syariat Islam, kedekatan mereka dengan kelompok SYiah, juga dukungan serta pembelaan mereka kepada aliran-aliran sesat semacam ahmadiyah. dan faktor ini semua sudah melenceng jauh dari qonun asasi NU yang telah digags oleh pendirinya, yaitu KH. Hasyim Asy'ari.
mudah-mudahan buku ini, bukan hanya menjadi propanga. tapi juga menjadi pengingat kita akan bahaya liberaisasi di indonesia dan dampak yang akan ditimbulkan. terlebih lagi bahwa NU adalah organisasi berbasis agama tersebur di indonesia. bahkan eksistensinya di akui oleh dunia luar.
tentu kemajuan dan kerosotan organisasi ini mempunyai dampak yang sangat dalam bagi kaum muslimin di indonesia.
 

Apakah Wanita Itu Manusia?

Pertanyaan yang aneh. Ya sangat aneh sekali jika pertanyaan ini kita dengar jaman sekarang. Tahun 2011 dimana kemajuan teknologi sudah sangat bisa temui dimana-mana. Semua hal bekerja berbasiskan digital. Tak ada seorang pun pada saat ini yang tidak kenal internet, hape, laptop dan segudang gadget lainnya.

Orang yang tidak sekolah pun tidak akan menanyakan hal yang demikian. Yaa bisa dibilang hanya orang bodoh dengan derajat bodoh paling rendah-lah yang menanyakan hal seperti ini. 

Tapi percayakah anda, bahwa pertanyaan ini muncul dari kalangan pemuka-pemuka ilmuan di Eropa sana. Ilmuan yang dibanggakan oleh seluruh jagad raya ini karena karya-karya dan ciptaannya yang sangat memukau dan membantu peranan manusia saat ini.
 

" Subhaanallah " bukan " Sbanaloh "

Tentu semua pembaca pernah sholat di masjid berjama'ah atau di musholla dengan Jemaah yang lain. Bahkan ada yang setiap hari, dan setiap sholat lima waktunya dikerjakan dimasjid atau mushola secara berjamaah selalu. Atau malah ada yang ngga pernah sholat berjamaah di masjid ??? hmm..(musibah,, he). Tapi setidaknya pernah kan sholat berjamaah dimasjid walaupun Cuma sekali. Tulisan kali ini bukan membahas tentang sholatnya melainkan wirid/zikir setelah sholat itu.
Bukan juga membahas tentang hukumnya, apakah boleh ata tidak? Karena masalah yang demikian itu masalah khilafiyah yang dari dulu ulama sudah memperdebatkannya. Dan masih saja diperdebatkan oleh ulama komtemporer saat ini dan bukan jaminan bahwa ulama di masa yang akan datang tidak berselisih lagi. Dan dari awal pembuatannya, blog ini bukan dibuat untuk mempertajam masalah furu'iyyah yang "ngga ada ujungnya" tersebut. Penulis lebih suka memberikan apa yang sekiranya manfaat dari apa yang penulis punya. bukan hal-hal yang ngjelimet macem perdebatan itu.
Sudah menjadi tradisi atau kebiasaan di masjid-masjid atau musholla-musholla, kalau setelah sholat berjamaah, mereka langsung wirid bersama. Khususnya sholat yang jahr, seperti sholat maghrib, isya, dan subuh. Wiridnya semua udah apal di luar kepala karena setiap hari diulang-ulang terus.  
Biasanya
 

jadwal waktu sholat 2012 DKi jakarta

Salah satu dari syarat sahnya sholat ialah mengetahui waktu sholat itu sendiri. Karena sholat ialah kewajiban yang berkaitan dengan waktu. Artinya sholat fardhu yang lima itu masing-masing mempunyai waktu wajibnya sendiri. Dimana tidak bisa sholat itu dilaksanakan di waktu sembarang. Allah SWT berfirman :
إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa : 103)
Yang harus lebih diperhatikan ialah syaratnya itu si pelaku harus tahu masuknya waktu sholat. Maksudnya
 

semalam, jakarta tahun baru - an

Semalam, tepat pukul 00:00 tanggal 01-01-2012
Langit Jakarta menyala, berkilauan, warna warni meriah
Bergemuruh suara letupan petasan yang bercampur dengan tawaan
Kegembiraan yang percuma dan sia-sia
Kesenangan yang tak berarti apa-apa
Kepuasan yang hanya sementara
Lebih dari 2 juta jiwa warga Jakarta turun ke jalan untuk merayakan sesuatu yang semestinya tidak perlu dilakukan
Masing-masing mereka menyalakan petasan dan kembang api
Katakanlah harga satu kembang api itu Rp. 10.000,-
2 juta X Rp. 10.000,- = Rp. 20.000.000.000,- (20 Milyar)
Bayangkan, dalam satu malam 20 milyar terbang bersama angin begitu saja, tanpa ada manfaat seimbang yang bisa diambil. Belum lagi ditambah dengan terompet dan sebagainya.  
Berapa lama waktu yang akan kita habiskan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu?
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger