kamus al-munawir digital gratis (arab-inggris-indonesia)

para pembaca semua mungkin sudah dengar dengan nama Al-Munawir. yaaa ketika mendengar nama itu pasti pikiran kita semua menuju ke sebuah wacana bahwa Al-Munawir itu adalah kamus tebal, atau bisa juga dibilnag kamus induk bahasa indonesia-arab dan juga sebaliknya.
namun tahukah anda bahwa Al-munawir itu adalah nama sebuah pesantren didaerah Krapyak Jogjakarta. dan pesantren ini telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. dan nama al-munawir itu diambil dari nama pendirinya. 
ok tadi itu sekilas tentang munawri (sangat sekilas). kita kembali ke kamus Al-Munawir. 
 

Seputar Hukum Tashwir (Patung, Lukisan dan Foto/Gambar)



Dalam terjemahan bahasa Arab, gambar atau foto disebut dengan kata “tashwir”. Dalam hukum Islam tashwir mempunyai beberapa hukum. Hukumnya tidak satu hukum tetapi ada beberapa tinjauan. 

Karena tashwir mempunyai jenis yang berbeda-beda, karena itu hukumnya pun berbeda.

Pertama :

Tashwir jenis yang pertama ialah timtsal yaitu membuat patung. Entah itu terbuat dari batu atau kayu atau juga dengan sejenis materi yang keras yang bisa dibentuk dengan berbagai macam bentuk. 

Dalam hal ini ulama bersepakat atas keharamannya, yaitu mengharamkan semua gambar yang bertubuh seperti patung hewan dan manusia. Karena yang demikian ini lah yang mendapat ancaman besar dari Allah SWT dan RasulNya SAW melalui hadits-haditnya.

Dan dalam kaidah ushul fiqh dikatakan, adanya ancaman atas sesuatu tententu dalam nash-nash syari’i merupakan penjelasana atas keharaman hal tersebut. Rasul SAW bersabda:
إن أشد الناس عذابًا يوم القيامة المُصَوِّرون
“sesugguhnya manusia yang paling keras siksaannya nanti di hari kiamat ialah al-mushowwirun (orang-orang yang membuat patung)”

 الذين يضاهئون بخلق الله
Dalam riwayat lain disebutkan “mereka yang menyerupai/menandingi ciptaan Allah (membuat patung makhluk menendingi ciptaan Allah).” (HR Bukhori dan Muslim)
Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman :
 

doa-doa wudhu. ada atau tidak ?

Banyak dari kaum muslimin yang saya perhatikan, ketika ia berwudhu, ia mengambil waktu yang sangat lama sekali. Cukup lama untuk seorang yang berwudhu. Lama karena setiap kali ia mambasuh bagian tubuh wudhu, ia berhenti sejenak dan saya melihat mulutnya bergerak seakan-akan ada yang dibacanya. Entah apa yang dibaca saya tidak tahu.
Belakangan saya tahu bahwa itu adalah doa-doa anggota tubuh wudhu. Yaitu dibaca ketika ia membasuh bagian tubuh wudhu itu. Saya tidak hafal doa-doa tersebut karena saya memang tidak mempelajarinya dan memang tidak ada yang mengajari itu kepada saya sejak saya mulai belajar wudhu diwaktu kecil dulu, dan sampai saat ini.
Dalam suatu majlis saya pernah mendengar salah serang jemaah bertanya kepada ustadz tentang masalah itu, yakni doa-doa wudhu dari mulai muka sampai kaki. Kemudian sang ustadz menjawa dengan singkat : “tidak dibaca tidak apa-apa, sah wudhunya.”
sebenarnya doa ini ada atau tidak dalam syariat ?
 

muslim harus tahu waktu sholat

Seorang muslim yang melaksanakan sholat tanpa tahu apakah sudah masuk waktu sholat atau belum, apakah ia sholat diwaktu yang benar atau tidak ? sholatnya jelas tidak sah.
Karena seperti penjelasan diatas, bahwa sholat ialah kewajiban yang berkaitan dengan waktu. Artinya sholat fardhu yang lima itu masing-masing mempunyai waktu wajibnya sendiri. Dimana tidak bisa sholat itu dilaksanakan di waktu sembarang. Allah SWT berfirman :
إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa : 103)
Yang harus lebih diperhatikan ialah syaratnya itu si pelaku harus tahu masuknya waktu sholat. Maksudnya seperti ini :
 

Buku Panduan Belajar Imla' Gratis

Assalamualikum para santri dan mahasantri
Bagi antum-antum yang mengajar bhs.arab baik itu dipesantren atau atau privat dan sejenisnya. Atau Mengajar bhs. Arab juga dengan subjek imla’(tata cara menulis bhs arab), lalu kesulitan mencari tutorial atau buku muqorror untuk di ajarkan ke peserta didik. 

Saat ini saya mempunyai buku panduan belajar Imla’ yang mungkin bisa antum gunakan dan insyaAllah bermanfaat. Buku panduan ini saya telah susun setahun yang lalu dan telah diedit oleh dosen saya asal Sudan yang ahli bhs.arab. judul buku ini
 قواعد الإملاء للمبتدئين

Tentang buku ini :
 

"Entar Kan Kotor Lagi"

“mobil cuci dulu ya, Lung! Udah kotor tuh. Besok pagi kita ke Bogor InsyaAllah, saya ada panggilan ceramah” kata ustadz Ikin ditelepon kepada Pulung, supir pribadinya.
“iya stadz!” jawab pulung singkat.

Ustadz Ikin sedang bersiap-siap merapikan pakaian dan juga beberapa kitab yang kemudian ia masukkan kedalam tas kecil yang biasa ia bawa kemana-mana. Kemudian Pulung, mengetuk pintu rumah ustadz guna mengisyaratkan kalau mobil yang akan dipakai menuju tempat dakwah telah siap.
“ok, sebentar lagi, Lung” kata ustadz Ikin dari dalam rumah. Ketika membuka pintu rumah, Ustadz Ikin langsung disambar oleh Pulung dengan pemberitahuannya yang biasa ia katakana sebelum ia mengantar ustadz Ikin pergi ceramah atau dakwah.

“saya belum makan, stadz!” katanya tanpa rasa malu.
 

kesunnahan puasa ada sejak tgl 1 sampai 9, bukan hanya tgl 8-9 dzulhijjah saja

Alhamdulillah hari ini, sabtu 29 oktober 2009 tepat pada tanggal 2 dzulhijjah 1432 hijriyah menurut kalender UmmulQuro. 8 hari lagi InsyaAllah kita akan mengadakan kembali hari raya kita, muslim yang ke-dua yaitu Iedul Adha, setelah sebelumnya kita telah merayakan Iedul Fithr.
Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam ajaran Islam ada amalan-amalan ibadah yang khusus dilakukan pada bulan-bulan tertentu. Contohnya Ibadah tarawih yang dilakukan pada bulan Ramadhan, ibadah Kurban yang dilakukan pada tanggal 10-13 bulan dzulhijjah yang sebentar lagi kita kerjakan, dan juga banyak yang lainnya.
Dan ini juga berlaku pada bulan Dzulhijjah ini, tapi
 

Islam Tidak Menjual Aksesoris


Islam Tidak Menjual Busana Dan Aksesoris

Islam Tidak Selalu Yang Memakai Peci

Islam Tidak Selalu Yang Memakai Kain Sarung

Islam Tidak Selalu Yang Memakai Sorban

Islam Tidak Selalu Yang Menghiasi Tangannya Dengan Tasbih

Islam Tidak Selalu Yang Memakai Celak Mata

Islam Tidak Selalu Yang Celananya “Ngatung”

Islam Tidak Selalu Yang Berjenggot

Islam Tidak Selalu Yang Wirid Di Masjid

Islam Tidak Selalu Di Majlis Taklim

Islam Tidak Selalu Di Pengajian

Islam Itu Akhlak Karimah, Budi Pekerti Yang Baik, Sopan, Santun
Dimana Pun, Kapan Pun Dan Kepada Siapa Pun

“Dan Pergaulilah Manusia Dengan Akhlak Yang Baik” (HR Tirmidzi)
 

siapakah orang yang hatinya terpaut ke masjid ?

Adalah termasuk dari salah satu keutamaan sholat berjamaah, seseorang yang sangat cinta masjid guna bisa (selalu) melaksanakan sholat secara berjamaah sesungguhnya Allah SWT akan memberikannya perlindungan nanti di hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh syaikhoni; Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Hurairoh ra dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda :
 

dongeng sholat

Di adaptasi dari cerita yang tertulis dalam kitab 
Durrotun-Nashihin Bab "meninggalkan sholat"

Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, "Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......

 

sholat khusyu' bukan kontemplasi

oleh : Ust. Ahmad Sarwat, Lc
www.ustsarwat.com

Ibarat seorang pengemudi di jalan raya, dikatakan khusyu` kalau dia konsentrasi dalam berkendaraan. Konsentrasi yang dimaksud tentu bukan berarti matanya tertutup atau telinganya disumbat sehingga tidak melihat atau mendengar apapun, agar konsentrasi.

Malah bila dia melakukan hal-hal di atas, besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan di jalan. Sebab apa yang dilakukannya bukan konsentrasi, melainkan menutup diri dari semua petunjuk dan lalu lalang di jalan raya.

Maka seorang yang shalat dengan khusyu`` bukanlah orang yang shalat dengan menutup mata, telinga dan diri dari keadaan lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, justru orang yang shalatnya khusyu`` itu adalah orang yang sangat peduli dan sadar atas apa yang terjadi pada dirinya, lingkungannya serta situasi yang ada saat itu.

Rujukan Tentang Khusyu` Dalam Shalatnya
Siapakah orang yang paling khusyu` shalatnya di dunia ini?
 

Syair untuk Indonesia

dalam rangka memperingati dirgahayu Indonesia yang ke 66 dan melihat keadaan yang terjadi pada negeri kita saat ini, penulis inging mengajak para pembaca sekalian sejenak menghayati bait-bait syair yang dikarang oleh H. Rhoma Irama tentang Indonesia inidalam syairnya yang berjudul "yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin". sudah lebih dari 20 tahun syair ini dibuat, tapi (mungkin) masih relevan dengan kedaan bangsa saat ini. 

Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin
Hijau merimbuni daratannya
Biru lautan di sekelilingnya
Itulah negeri Indonesia
Negeri yang subur serta kaya raya
 

Nuzulul Qur'an - Malam Lailatul Qodar atau 17 ramadhan ?

Seorang sahabat bertanya, “sebenernya, Al-quran itu turun malem lailatul qodar apa tanggal 17 ramadhon sih? Kan di surat al-qodar, Al-qur’an turun malem lailatul qodar. Terus kata Nabi SAW kan lailatul qodar tuh ada disepuluh akhir bulan ramadhan. Kok orang-orang pada ngadain nuzulul quran tanggal 17 ramadhan?”.

Mungkin soal ini juga yang ada di benak para pembaca sekalian. Berikut ini sedikit penjelasan tentang “nuzulul quran” yang diambil dari beberapa kitab yang menerangkan tentang masalah ini.

**Metode Diturunkannya Al-Qur’an (Kaifiyah Inzal)

1] Al-Qur’an Diturunkan Secara Sekaligus


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“bulan Ramandhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-baqoroh 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (Al-Qodr 1)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” (Ad-dukhon 3)

Dalam 3 ayat di atas, semua menjelaskan tentang turunnya Al-Quran pertama kali, yaitu pada bulan Ramadhan tepatnya malam lailatul qodar; malam kemuliaan. Dan pada surat Ad-Dukhon yang dimaksud malam mubarok ialah malam lailatul qodar pada bulan ramadhan sebagaimana yang dikatakan oleh kebanyakan ulama tafsir. (lihat tafsir Al-Alusi)

Dalam kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil-Qur’an karangan Syeikh Badruddin Az-Zarkasyi (W. 794 H), beliau mengatakan bahwa dalam hal ini para Ulama berbeda pendapat ke dalam 3 pendapat yang masyhur.

Dan dari tiga pendapat tersebut, pendapat yang banyak dipegang oleh Jumhur Ulama, yaitu:

Bahwa Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekah dan Madinah sampai wafat beliau.

Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling mendekati kebenaran, berdasarkan suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam mustadrok-nya (2/242, No. 2879) dengan sanad yang shohih, dari Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma, beliau mengatakan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: " أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، ثُمَّ أُنْزِلَ بَعْدَ ذَلِكَ بِعِشْرِينَ سَنَةً
“bahwsanya Al-Quran itu turun sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qodr. Kemudian diturunkan berangsur-angsur selama 20 tahun, kemudia ia mambaca ayat,

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik .” (QS. Al Furqon : 33)

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra : 106)

Imam An-Nasa’I (no. 7991) juga meriwayatkan dengan sanad yang shohih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata :

فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يُنْزِلُهُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيُرَتِّلُهُ تَرْتِيلًا
 “……dan Al-qur’an diletakkan di baitil izzah dari langit dunia kemudian Jibril turun dengan membawanya kepada Muhammad SAW.”


2] Al-Qur’an Diturunkan Secara Berangsuran

Setelah diturunkan secara lengkap (keseluruhan) dari Lauh Mahfudz ke langit Dunia (Baitul-Izzah), Al-Qur’an turun secara berangsuran selama 23 tahun; 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah (menurut pendapat lain; 20 tahun). Dan turunnya Al-Qur’an secara berangsuran telah dijelaskan dalam firman Alla SWT,

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra : 106)

Dan inilah salah satu keistimewaan Al-qur’an, bahwa kitab suci ummat Nabi Muhammad ini turun secara berangsuran setelah sebelumnya diturunkan secara lengkap/sekaligus.

Ini berbeda dengan kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan secara sekaligus, yaitu Injil, Taurat dan Zabur, tanpa ada angsurannya. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيل وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (QS. Al-Furqan : 32-33)

dan ayat pertama yang turun menurut kebanyakan ulama ialah surat Al-Alaq (dan ini adalah pendapat yang kuat), atau biasa kita sebut dengan surat Iqro’ ayat 1-5. Ini berdasarkan riwayat yang dikeluarkan oleh Imam BUkhori dan Imam Muslim dalam kitab Shohih keduanya dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha Istri Rasul SAW.

**Kapan Ayat Pertama Turun?

Adapun “kapan” surat Iqro’ itu diturunkan, ulama dan ahli sejarah berbeda pendapat tentang ini. Ada yang mengatakan bulan Rabiul Awwal, ada juga yang mengatakan bulan Ramadhan, dan ada juga yang mengatakan bulan Rajab.

Namun pendapat yang dipegang jumhur ulama ialah ialah bulan Ramadhan sesuai firman Allah SWT : “bulan Ramandhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-baqoroh 185).

Dan kebanyakan ulama juga sepakat bahwa surat Iqro’ adalah wahyu yang pertama turun, juga sebagai pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi.

Dan ini terjadi pada hari senin, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW pernah ditanya tetang puasa hari senin, kemudian beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
 “itu adalah hari di mana aku dilahirkan, aku diutus menjadi Rasul dan diturunkan kepadaku wahyu.”

Dan status bahwa wahyu pertama itu turun pada hari senin adalah kesepakatn ulama yang tidak ada satu pun dari mereka menyelisih. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir (W. 774 H) dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (3/6). Hanya saja para sejarwan berbeda pada senin tanggal berapa wahyu itu turun?

** Ramadhan Tanggal Berapa?

Kemudian Ulama kembali berbeda pendapat tentang tanggal turunnya pada bulan ramadhan. Ada yang mengatakan malam 7 ramadhan, ada juga yang mengatakan malam 17 ramadhan, ada juga yang mengatakan malam 24, juga ada yang mengatakan tanggal 21 ramadhan.

Sheikh Shofiyur-Rohman Al-Mubarokfuri mengatakan dalam kitab Siroh Nabawi karangannya al-Rahiq al-Makhtum :

 “setelah melakukan penelitian yang cukup dalam, mungkin dapat disimpulkan bahwa hari itu ialah hari senin tanggal 21 bulan Ramadhan malam. Yang bertepatan tanggal 10 Agustus 660 M, dan ketika itu umur Rasul SAW tepat 40 Tahun 6 bulan 12 hari hitungan bulan, tepat 39 tahun 3 bulan 12 hari hitungan matahari.

Hari senin pada bulan Ramadhan tahun itu ialah antara 7, 14, 21, 24, 28, dan dari beberapa riwayat yang shohih bahwa malam lailatul qodar itu tidak terjadi kecuali di malam-malam ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadhan.

Jika kita bandingkan firman Allah surat Al-Qodr ayat pertama dengan hadits Abu Qotadah yang menjelaskan bahwa wahyu diturunkan hari senin diatas, dan dengan hitungan tanggalan ilmiyah tentang hari senin pada bulan Ramadhan tahun tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa wahyu pertama turun kepada Rasul SAW itu tanggal 21 Ramadhan malam”.

**Kenapa Malam 17 Ramadhan?

Dan yang menjadi dasar kebanyakan kaum muslim dalam memperingati nuzulul qur’an pada malam tanggal 17 ramadhan, mungkin apa yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir  dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah (3/6),

وَرَوَى الْوَاقِدِيُّ بِسَنَدِهِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْبَاقِرِ أَنَّهُ قَالَ: كَانَ ابْتِدَاءُ الْوَحْيِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يوم الِاثْنَيْنِ، لِسَبْعَ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَقِيلَ فِي الرَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْهُ
“Al-Waqidi meriwataykan dari Abu Ja’far Al-Baqir yang mengatakan bahwa: ‘wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari senin 17 Ramadhan malam dan dikatakan juga 24 Ramadhan.’”

Imam Ibnu Katsir –di halaman yang sama- menukil lagi riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal bahwa al-quran itu turunnya bukan di tanggal 17 Ramadhan, akan tetapi di tinggal 24 Ramdhan. Dan karena itu beberapa sahabat dan tabi’in berpendapat bahwa malam lailatul-Qadr itu adanya di malam 24 Ramadhan.

SO..

Kesimpulannya bahwa malam lailatul-Qodr yang disebut sebagai malam turunya Al-qur’an ialah benar, karena itu ialah malam yang al-qur’an turun secara lengkap sekaligus dari Lauh-Mahfuzd ke langit dunia (baitul-Izzah).

Dan Al-qur’an turun secara berangsuran yang didahului dengan surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang juga momentum pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rasul ialah pada 17 Ramadhan yang sering dirayakan oleh kebanyak ummat Islam di Indonesia.

Walaupun penetapan malam 17 ramadhan sebagai waktu awalnya turun Al-qur’an itu juga masih diperselisihkan oleh kebanyakan Ulama, sebagaimana dijelaskan diatas.

-Wallahu A’lam-

 

adab-adab berpuasa


1.      Sahur
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Syaikhoni; Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Rasul SAW bersabda : “sahur-lah kalian semua, karena dalam sahur itu ada keberkahan.”
Selain ada keberkahan, sahur juga menjadi identitas dan pembeda puasanya orang muslim dengan puasanya para ahlul-kitab (nasrani). Sebagaimana sabda Nabi SAW : “yang membedakan antara puasa kami dan puasa para ahlul-kitab ialah sahur.” (HR Muslim)
Dan waktu sahur mulai dari tengah malam. Apapun makanan yang masuk kedalam tubuh dengan niat sahur maka itu menjadi sahur bagi nya yang berpuasa, walaupun hanya setengguk air minum. Rasul SAW bersabda : “sahur-lah kalian walau dengan setengguk air.” (HR Ibnu HIbban)

2.      Meng-Akhir-Kan (Melambatkan) Sahur
Artinya ialah tidak sahur diwaktu malam yang dini, akan tetapi meng-akhirkannya sampai mendekati waktu imsak.
 

5 perkara ghaib

Bismillahirrohmanirrohim
Sering kita dengar, orang-orang hanya mengaitkan masalah-masalah yang ghaib dengan hal-hal mistis, yang ghaoib ialah hal-hal yang menakutkan, malah banyak orang yang berani menerangkan hal ghaoib tanpa ia merujuk kepada al-quran dan sunnah Nabi SAW. Hanya praduga-praduga, kira-kira dan semacamnya, Akhirnya ia jatuh pada kesesatan, ia sesat dan menyesatkan siapa yang mendengarkannya.
Rasul SAW pernah bersabda dalam hadits yang panjang, yang telah diriwayatkan oleh syaikhoni; Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim,
 

ternyata ikatan islam bukan ikatan darah (saja) atau ikatan bangsa

oleh : Sayyid Quthb

Marilah rehat sejenak pada kisah Nuh alaihis salam. Nuh alaihis salam dan putranya yang bukan anggota keluarganya! Peristiwa ini merupakan rambu yang jelas dan terang benderang tentang tabiat aqidah Islam, dan aturan garis pergerakannya. Gambaran dari Allah Ta'ala tentang keluarga ayah dan anak, yang berpisah karena perbedaan aqidah.
 

buku " menelisik perjalanan batin iwan fals "

Buku ini menggambarkan perjalanan batin Iwan Fals, hal ini patut dihargai, karena pada dasarnya ia senantiasa berjuang untuk sesuatu yang lebih baik bagi bangsa kita. Rasa tanggungjawabnya yang besar sebagai seorang seniman, telah membawa dorongan untuk memperjuangkan hal-hal yang abstrak/rohaniyah. Dari sudut itulah kita harus mengusahakan agarIwan Fals tetap berkiprah, sebagai kiprah yang menunjukkan di hadapan kita, adanya kemampuan dan kemauan untuk meratakan jalan bagi impian yang menunjukkan bobot sebenarnya dari anak manusia bernama Iwan Flas 
-K.H. Abdurrahman Wahid, Budayawan- 

 

syair untuk Ibukota

merayakan ulang tahun kota jakarta ibukota tercinta ini yang ke 484, ada baiknya kita merenungi syair indah penuh makna yang di karang oleh H.Roma Irama ini sejak lebih dari 20 tahun yang lalu ini tapi masih relevan dalam kehidupan ibukota saat ini. ini lah syair nya :
 

dauroh muqobalah islamic university madinah

Dengan ini kami sampaikan kabar gembira bahwa daurah Universitas Islam Madinah UIM akan kembali mengunjungi Indonesia tahun ini. Serambimadinah.com mendapatkan informasi dari Pimpinan Daurah Indonesia, Prof. Dr. Ibrahim bin Ali al-'Ubaid bahwa daurah tahun ini insyaallah akan dimulai pada hari Rabu, 12 Sya'ban 1432 H (13 atau 14 Juli 2011) di tiga tempat berikut:
1.      Pondok Modern Darussalam Gontor
2.      Pondok Modern Darunnajah Ulujami Jakarta
3.      Universitas Islam Negeri Makassar
Informasi ini sekaligus menjadi jawaban dari banyaknya pertanyaan pembaca serambimadinah.com di artikel sebelumnya. Semoga informasi ini melecut semangat para penuntut ilmu agama dan memotivasi mereka untuk mempersiapkan diri. Ikuti terus pekembangannya di website anda ini! Tidak lupa, mari kita doakan semoga rencana ini dimudahkan dan diberi taufik oleh Allah Yang Maha Kuasa. Amin.
ALAMAT  
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger