Pasal 185 KHI (Kompilasi Hukum Islam) Aneh dan Membingungkan

Beberapa waktu yang lalu, ada yang bertanya lewat sms kepada saya soal waris,

“Bang, ada orang yang meninggal dunia, dia punya saudara 2 adik kandung, laki dan perempuan. Berarti kan 2 saudaranya tadi itu jadi ahli waris-nya. Nah, tapi sebelum meninggal, adik perempuannya meninggal duluan. Jadi anak dari perempuan ini dapet waris dari kaka ibunya itu ngga bang?”

Lama saya mencermati Sms ini berharap bisa mengerti dengan isi soal yang ditanyakan. Kemudian saya balik sms:

“loh, loh jadi yang ahli waris siapa nih? Laki-laki atau adik perempuannya?”

“Abang bingung nih, kalo emang gitu. berarti anak dari perempuan ini hanya mendapat waris dari ibunya saja. Bukan dari kakak ibunya yang meninggal sebelum ibunya. Pun ibunya (prempuan itu) tidak mendapat apa-apa dari kakaknya itu, karena dia sudah tidak ada ketika kakanya meninggal. Karena syarat mutlak dapet waris itu ialah orang itu hidup ketika si pewaris meninggal dunia, walaupun hidupnya sebentar”

Lama tak ada balasan. Tiba-tiba sms masuk dari seberang sana,
“Iya bang. Saya juga bingung. Soalnya ni ada di KHI(kompilasi hokum Islam) pasal 185, ya bunyinya begitu. Kalau ada ahli waris yang meninggal lebih dulu dari si pewaris maka jatah warisnya bisa diwakilkan oleh anaknya. Ini juga sering di jadiin senjata di pengadilan agama bang.”
Saya bales,

“oooo gitu..waduh maksud pasalnya apa ya?. Okelah ntar abang cek dulu tuh pasal”
Beberapa hari kemudian saya, men-cek pasal yang disebutkan tadi tentang warisan itu. Saya benar-benar “ngga ngudeng” soal pasal trsebut. Karena ini jelas bertentangan dengan apa yang sudah disepakati oleh seluruh ulama sejagad (Ijma’) bahwa salah satu syarat waris ialah, orang itu hidup ketika si pewaris meninggal dunia. Bagaimana bisa orang yang sudah meninggal dapat waris? kan aneh.
KHI (Kompilasi Huku Islam) ini dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Peradilan Agama Islam Ditjen Pembinaan Kelembagaan Islam Departemen Agama, 2001.
Pasal 185
(1) Ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada sipewaris maka kedudukannya dapat digantikan
oleh anaknya, kecuali mereka yang tersebut dalam Pasal 173.
(2) Bagian ahli waris pengganti tidak boleh melebihi dari bagian ahli waris yang sederajat dengan
yang diganti.

Pasal 173
Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan hakim yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap, dihukum karena:
a. dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat para pewaris;
b. dipersalahkan secara memfitnah telah mengajukan pengaduan bahwa pewaris telah melakukan
suatu kejahatan yang diancam dengan hukuman 5 tahun penjara atau hukuman yang lebih berat.

Redaksi pasal 185 ayat 1 dan 2 diatas benar-benar membuat saya tertegun, bingung, heran. Saya bingung beberapa kali saya baca pasal tersebut tapi tidak juga bisa memahami redaksi pasal tersebut. Kalau kata teman saya: “memahami redaksi pasal tersebut jauh lebih sulit dibanding memahami rdaksi kata Ibnu Qudamah dalam kitab Raudhotun-Nadzir”

Kata-kata “Ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada sipewaris……” apa maksudnya? Bagaimana bisa ia jadi ahli waris kalau dia sudah eninggal, dan bagaimana pula dia bisa jadi pewaris kalau dia masih hidup? Ini kan pasal yang aneh.

Seperti yang dikatakan diatas tadi, syarat mutlak dapat waris itu ia hidup ketika si Pewaris eninggal dunia, walaupun itu asih bayi. Contohnya ada ibu yang melahirkan seorang bayi, beberapa menit setelah bayi itu keluar dari rahimnya, ia meninggal dunia. Maka bayi itu mendapat waris dari ibunya.

Dalam aturan waris, syariat telah menetapkan syarat, sebab, juga penghalang (Mawani’) mendapatkan waris

Syarat Waris:
1.       Meninggalnya Pewaris secara Hak (benar) ataupun secara Hukum (seperti orang yang hilang tanpa kabar, kemudian hakim menghukuminya sebagai orang yang meninggal)
2.       Ahli waris dalam keadaan hidup ketika si Pewaris meninggal Dunia    
3.       Mengetahui ilmu waris (kadar jatah dari harta warisan)
4.       Tidak terdapat dala dirinya hal-hal yang menghalangi waris

Yang Menyebabkan Dapat harta Waris:
1.       Nasab (keturunan)
2.       Nikah
3.       Wala’ (membebaskan budak)

Penghalang waris (Mawani’)
1.       Membunuh (orang yang membunuh pewarisnya, ia tidak mendapat harta waris)
2.       Budak
3.       Perbedaan agama (orang yang beda agaa, tidak akan salingmewarisi harta

Kaidah-kaidah yang telah disebutkan tadi ialah kaidah yang disepakati (Muttafaq ‘Alaih) oleh seluruh Ulama sejagad raya ini. Ada beberapa yan masih diperselisihkan (Mukhtalaf Fiih), karena itu tidak saya catumkan.

Terkait pasal yang ada di KHI tadi, saya belum tahu apakah pasal itu sudah diteliti oleh pakar syariah? Atau sudah di hapus? Atau juga mendapat tinjauan dari beberapa ulama Nusantara? Atau mungkin pihak Depag punya tafsiran sendiri atas pasal itu, Saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya bahwa pasal ini benar-benar tidak sejalan dengan apa yang sudah digariskan oleh syariat.

Wallahu A’lam 
 

Surat Untuk Cagub DKI

kalau memang dari awal berniat ingin melakukan sesuatu untuk jakarta yang lebih baik dan lebih maju, lebih bersih dan sebagaianya. berniat ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk warga jakarta semua. ingin membangun sekolah gratis, rumah sakit gratis, rumah susun untuk mengganti rumah kardu di kolong-kolong jembatan. yaa kerjakan saja sekarang!

kenapa harus menunggu terlalu lama? kenapa harus menunggu jadi gubernur dan menang pemilu? kenapa harus begitu? bukankah sudah ada uangnya? uang yang disiapkan untuk kampanye itu. ya gunakan saja itu untuk yang kebih bermanfaat. daripada digunakan untuk iklan yang hanya hambur-hambur dan ngga penting banget.

bukan kah menunda-nunda kebaikan itu tidak baik? lakukan saja sekarang semua itu kalau memang cinta dan ingin jakarta yang lebih baik.

uang yang anda siapkan untuk kampanye, langsung saja pakai dan gunakan untuk kepentingan warga jakarta? kenapa harus untuk iklan? anda takut tidak terpilih? kalau anda sudah berbuat pasti anda lah yang dipilih.

gunakan uang yang milyaran itu untuk membangun sekolah gratis, rumah sakit gratis juga rumah susun untuk menggangnti rumah-rumah kardus di kolong jembatan. dan segala kebutuhan warga jakarta. gunakan 2/3 nya untuk itu.

lalu 1/3 nya anda gunakan untuk invenstasi atau membuat badan usaha yang hasil keuntungannya bisa untuk menghidupi operasional sekola, rumah sakit gratsi dan lain-lainnya itu.

kalau nunggu jadi gubernur, itu kalau jadi. lah kalau ngga jadi? kemana duit kampanye anda yang milyaran itu berlabuh?

kalaupun anda menang dan terpilih jadi gubernur. pasti yang anda pikirkan pertama kali yaaa bayar utang kampanye anda yang milyaran itu buat para donatur-donatur politik anda itu. itu kan yang bikin kepala daerah pada korupsi. lalu kapan anda memikirkan warga jakartanya.

jadi, apa yang anda tunggu untuk melakukan kebaikan buat warga jakarta. katanya kan anda mencalonkan diri jadi gubernur karena cinta jakarta, karena ingin jakarta lebih baik, karena anda orang jakarta asli, karena , karena dan karean yang lain.,., kenapa harus nunggu lama-lama?

jangan takut tidak dipilih karena tidak ada iklan. orang jakarta kan anda sendiri yang bilang kalau mereka itu orana cerdas. orang cerdas ngga bakal terpengaruh oleh iklan. percaya sama saya dah!!?heh

anda berbuat dulu, berkayra dulu, bermanfaat dulu, dengan itu anda pasti akan terpilih.

alex, jokowi, hidayat, foke, faisal, hendardji... selamat berkutat dengan rencana-rencana anda yang sulit akan terlaksana!!


 

Sholat Ritual dan Sosial

“Manusia itu, kalaupun ia tidak mempunyai tangan, ia akan masih tetap disebut sebagai manusia. Kalaupun ia juga tidak mmpunyai kaki, dua-duanya bahkan, ia masih akan tetap disebut manusia. Kupingnya ada yang buntung, atau matanya cacat, ia akan tetap disebut sebagai manusia.

Tapi kalau ia sudah tidak mempunyai kepala, apakah ia akan masih tetap disebut sebagai manusia? Tentu tidak! Semua yang melihatnya akan bilang bahwa itu adalah mayat yang berjalan. Mansia tidak akan disebut sebagai manusia jika ia tidak mempunyai kepala.

Begitu juga sholat! Sholat untuk orang Muslim sama kedudukannya seperti kedudukan kepala bagi manusia; yaitu sebagai identitas nyata bahwa ia itu manusia, sholat juga identitas nyata bahwa ia adalah seorang Muslim.

Syariah tidak menganggap orang itu sebagai Muslim kepada siapa yang ketika dipanggil untuk sholat, ia menolak dan mengatakan bahwa sholat itu tidak wajib. Nabi SAW perbah bersabda: “ bahwa yang mnjadi pemisah antara muslim dan Kekafiran serta syirik ialah sholat.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasul Saw bersabda: “tidak dikatakan kafir ketika seorang meninggalkan seuah amal kecuali ia meninggalkan sholat.”

Jadi sholat bukan hanya sholat social saja. Sholat ritual pun dituntut untuk kita lakukan sebagai identitas sebagai seorang muslim. Ya sholat social juga penting, karena itu adalah emplementasi dari sholat ritual itu sendiri. Tapi bukan berarti yang ritual harus ditinggalkan. Itulah indahnya Islam, agama ini memperhatikan bukan saja dalam atau luar, tapi dua sisi itu sangat dipentingkan"

Begitu penjelasan sang ustazd kepada muridnya yang sedari kemarin sedang galau mengenai sholat social dan sholat ritual. Karena banyak dari temannya yang sudah mulai terjerat dalam paham sesat Libaralis yang mengatakan bahwa sholat itu tidak penting, yang penting ialah sholat social.

Pemahaman yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa orang itu intelek. Ideology yang dibawa oleh orang-orang LIberal juga tidak jelas. Mereka menyamakan semua agama yang sudah jelas berbeda dan masing-masing mempunyai klaim-klaim kebenaran yang tidak bisa seenaknya diganggu.

Mereka beragama islam, tapi membenarkan Isa Mati di tiang salib. Mereka beragama katholik tapi mereka juga membenarkan bahwa isa itu seorang hamba. Ideology yang abu-abu ini; tidak kesana dan tidak kesini adalah suatu ideology. Mereka menyamakan semua tuhan dari seluruh agama. Langkah ini  bukan menylesaikan perasalahan antar umat beragama tapi malah memperkeruh suasana.

Mereka juga selalu menggembor-gemborkan soal bahwa agama (khusunya Islam) itu diturunkan sebagai Rahmatan Lil-‘Alamin. Tapi mereka malah menafsirkan rahmatan lil’alamin itu sendiri dengan sangat keliru. Bukan dengan tafsiran yang sesuai seperti apa yang dibawa oleh Nabi saw.

Dikesempatan yang akan datang kita akan bahas InsyaAllah tentang makna Rahmatan Lil’Alamin sesuai dengan pemahaman Ahlu Sunnah Wal-Jamaah, bukan dengan tafsiran paham sesat Liberal.

wallahu A'lam    

 

Liberal, Kebebasan Yang Menyesatkan (Novel Ilmiah: KEMI)

Seperti yang tertulis pada cover depannya “KEMI = Bukan Novel Biasa”, ya Novel karangan Adian Husaini ini memang bukan seperti novel biasa pada umumnya yang bercerita soal roman picisan ala romeo dan Juliet, atau keluhan soal susahnya hidup atau cerita melankolis lainnya.

Sama seperti Adian Husaini yang dikenal sebagai penulis sekaligus pemikir yang sangat concern terhadap perkembangan pemikiran-pemikiran Islam, khusunya paham Liberal. Begitu juga novel ini.
Novel unik ini memberikan kita gambaran jelas tentang lika-liku pemikiran serta kehidupan para aktivis Liberal dalam enyebarkan paha sesatnya ini di Indonesia. Entah itu dikalangan akademis ataupun non akademis, bahkan operasi telah menyebar banyak dikalangan pesantren dan para santri.

Dalam novelnya ini Adian mengungkap sejumlah rahasia dibalik gandrungnya penyebaran paham sesat ini dan juga banyaknya aktivis yang tergiuruntuk menjadi insan yang Liberal, manusia yang bebas. Tapi kebebasan yang menyesatkan.

Selain menyajikan bagaimana pemikiran-pemikiran paham Liberal itu dari mulai senjata ampuh mereka soal Humanisme, kesetaraan gender, sampai yang paling berbahaya yaitu soal kesamaan seluruh agama yang ada di muka bumi sehingga klaim-klaim kbenaran yang diyakini oleh penganut masing-masing agama itu harus dihapuskan karena akan menimbulkan konflik antar sesame agama.

Buku ini juga menyadiakan bantahan ilmiah dan logis terhadapa paham Liberal yang sesat itu. Paham yang kelihatan baik dan humanis padahal justru membinasakan itu secara tuntas dibahtah dan digulung habis pada buku ini melalui model cerita sebuah novel.

Secara umum, paham Liberal yang sesat itu ilmiah dan logis bahkan bias diterima otak, padahal sebaliknya. Paham ini hanya sebuah permainan retorika dan pemutaran logika yang basi, tanpa substansi dan tidak berisi dama sekali.

Yang menarik, dala buku ini ada sebuah cerita tentang seorang professor Liberalis yang mati kutu didebat oleh seorang satri kampong yang sama sekali tidak bergelar akademis. Dan memang bagi mereka yang megetahui hakikat ajaran agama, pasti dengan sangat mudah mematahkan semua pemikiran paham sesat Liberalis.

Kemi, actor Liberal Utama dalam buku ini. Santri yang berangan-angan akan kebebasan diri, anmuan akhirnya kebebasan itu malah emnjerumuskan ke kesesatan. Ada Rahmat, yang menjadi actor penyelamat. Sama seperti Kemi, santri juga namun dengan keteguhan imannya ia bisa menolak semua pemikiran kotor LIberalisme. Dan JUga Siti, aktivis muslimah yang mulai mpertanyakan soal kebebasan yang selama ini dianutnya, yang bukan mendekatkannya pada dimensi ketakawaan namun malah terus menjauh.  

Saya rasa buku ini wajib dimilki oleh setiap keluarga muslim, santri, akademisi, dan juga para aktivis dakwah untuk membentengi dirinya dan keluarganya dari serangan membabi buta LIberalis yang digerakkan olehkekuatan asing guna bertujuan untuk menjinakkan orang Islam agar meninggalkan syariat agamanya sendiri.
 

Cepet Kagum, Gampang Kaget

Alkisah berawal dari seorang murid yang berguru di sebuah perguruan yang terletak jauh diatas sebuah pegunungan tinggi. Ada seorang guru yang sangat alim dan tentunya berkharismatik menjadi transferter ilmu kepada siapapun yang datang menjadi muridnya.

Yang menarik, disebelah perguruan ini terbangun sebuah makam yang dikramatakan oleh banyak orang dan selalu ramai dikunjungi banyak warga. Entah siapa yang ada didalam makam tersebut, tiada yang tahu. Yang pasti, makam ini menjadi langganan ziarah dan setiap hari mesti ramai dikunjungi.

Sampai pada suatu saat, ia lulus dan telah selesai menimba ilmu di perguruan tersebut. Ketika hendak pergi pulang dan mengamalkan semua ilmu yang telah didapat. Sang guru menghadiahkannya seekor kuda untuk digunakannya menempuh perjalanan, dari atas gunung sampai tujuannya.

Turunlah ia dengan manaiki kudanya tersebut. Namun belum sampai kaki gunung, masih ditengah-tengah sang kuda tewas, entah apa sebabnya. Dan karena ta’zimnya kepada sang guru sipemberi kuda, kuda tersebut dikubur. Bukan hanya dikubur tapi si murid juga duduk disamping kuburannya tersebut dan mendoakannya layaknya makam manusia.

Para peziarah yang hendak menuju makam keramat di puncak gunung yang melihat kelakuakn murid itu menjadi tergiur. Tanpa Tanya tanpa cek, para peziarah hanya berhenti di makam yang ada musid itu dan tidak meneruskan perjalanan sampai ke puncak. Dengan asumsi bahwa kalau yang duduk itu seorang murid soleh, pasti itu juga kuburan keramat.

Mereka juga berpikir, “kalau disini ada, ngapain cape-cape naik ke puncak?”. Jadilah makam kuda itu ramai dikunjungi dan dikeramatkan oleh para peziarah.

Dipuncak sana sang guru kebingungan, karena belakangan ini peziarah makin sedikit yang berimbas pada berkurangnya “pendapatan” sang guru. Akhirnya ia meneliti, ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi sehingga peziarah makin lama makin berkurang.

Bertemulah sang guru dengan sang murid yang dulu dihadiahinya kuda. Kemudian ia bertanya: “kenapa kamu masih disini, dan kenapa banyak orang yang berziarah disini bukan diatas? Makam siapa ini?”
“begini guru. Ketika baru saja melakukan perjalanan, kuda pemverian guru ini mati. Dan karena ini pemberian guru, saya harus memperlakukannya dengan baik, karena itu saya kubur ia disini dan saya doakan” jelas sang murid.
“oo jadi ini kuburan kuda itu?” Tanya guru heran.
“iya guru!”
“apa kamu bilang kepada orang-orang ini kalau ini makam kuda?” Tanya gurunya.
“tidak guru! Mereka hanya ikut-ikutan saja saya berdoa disini”.
“bagus!” cetus sang guru. “kalau gitu jangan bilang juga kalau makam yang diatas itu makam ibunya!”
Sang murid: !!@##$$

Buat saya cerita ini mirip dan hamper pas dengan kelakuan kebanyakan orang Indonesia yang kalau kata (alm) KH. Zainuddin MZ itu “gampang kaget, cepet kagum!” begitu kebanyakan orang Indonesia (tentu tidak semua, hanya kalangan tertentu).

Setiap melihat yang baru, apapun itu, pasti diikuti. Tanpa tau ini baik atau buruk. Tanpa dicek dulu apakah ini benar atau salah. Lihat saja bagaimana fenomena sekte-sekte baru yang merusak agama itu.

Ada nabi baru-lah, ada yang mengaku malaikatlah, malah ada yang mengaku tuhan. Dan yang anehnya banyak orang yang mengikuti kesesatan itu. Tanpa dicek atau ditelaah dulu kebenarannya.

yang paling marak saat ini ya serangan dai luar sana yang menamai sekte merka dengan nama-nama yang indah dan memikat. humanisme, plularisme, liberalisme. dan ism-isme yang lainnya. 

banyak orang yangterperangkap pada sekte-sekte semacam ini. saya menamakannya sebagai sekte, karena kelompok ini tidak berdiri dalam posisi agama manapun. islam tidak, katolik pun tidak. hitam bukan, putih pun bukan. 

orang yang terperangkap dalam sekte ini antara ia memang terperangkap, atau memang memasukkan sendiri dirinya kedalam ini untuk mencari kedunia-an dan semacamnya. 

Yang paling dekat dengan kita ialah ketika ada mall atau plaza yang baru dibangun. Semua orang berbondong-bondong dating mengunjunginya. Bukan mau beli atau mau apa, Cuma mau numpang kaget aja. hehe
Untuk selebihnya silahkan anda menilai sendiri……..
 

Warisan Peradaban Muslim Untuk Kemajuan Dunia

Tahukah anda siapa yang pertama kali meciptakan Kamera?

Tahukah anda siapa yang pertama kali menciptakan ilmu bedah dalam disiplin ilmu kedokteran dan melakukan bedahnya pertama kali di jagad Alam ini?

Tahukah anda siapa yang menciptakan metode pembuatan jam?

Dan Tahukah anda siapa yang pertama kali melakukan penerbangan?

Mungkin anda akan membayangkan bahwa semua penemu semua bidang ilmu diatas ialah ilmuan-ilmuan Eropa. Kalau anda berfikir seperti itu anda berada pada jawaban yang salah.

Percayakah anda bahwa penemu pertama dalam semua bidang ilmu yang telah disebutkan diatas adalah para ilmuan Muslim. Penemuan-penemuan yang terjadi pada abad pertengahan, The Golden Age dalam keilmuan dan peradaban Islam bahkan Dunia 600-1600 M. Dan Eropa hanya menterjemahkan semua hasil-hasil tersebut kedalam bahasa-bahasa Negara mereka dan mengembangkannya.

Dan semua informasi yang mengejutkan ini anda bisa temui di buku fenomenal "1001 Invention. Muslim Heritage In Our World". (1001 Penemuan Ilmiah. Warisan Peradaban Muslim untuk Dunia)
Secara global buku ini adalah proyek inisiatif edukasi dalam mempromosikan dan membangkitkan kesadaran akan prestasi ilmiah dan budaya dari peradaban Muslim di abad keemasannya. Dan dengan detail buku ini menceritakan bagaimana kontribusi muslim dalam membangun peradaban dunia.

Dengan buku ini, kita (muslim Khsususnya) bisa membandingkan dan mengambil pelajaran juga sekaligus. Membandingkan bagaimana keadaan Muslim di masa keemasan tersebut yang belum ada perkembangan teknologi dengan keadaan Muslim hari ini dimana segala sesuatu tersedia.

Buku ini memuat berbagai macam informasi yang membuat kita (baca: saya.) tersadarkan bahwa betapa banyak warisan-warisan ilmu yang diwarisi oleh para pendahulu kita. Dan sekaligus malu karena kurangnya kesadaran kita akan itu semua.

Kita selalu menyangka bahwa Eropa lebih maju daripada orang-orang muslim, dan itu sangat keliru sekali. 

Jauh sebelum dunia mendengar Right bersuadara menciptakan pesawat dan menerbangkanya, kita sudah punya Abbas bin Farnas dari Cordova, manusia pertama yang "bisa" terbang ditahun 850 M, kemudian pada abad 17 M ada Ahmad Salabi dari Istambul (ketika itu namanya Islambol, setelah penaklukan Konstatinopel). Orang Turki menyebutnya Ahmet Celebi.  

Jauh sebelum orang barat mengenalkan medis kepada khalayak, Islam malah lebih dulu tahu. Dan bukan hanya medis bahkan teori bedah oleh Al-Zahrawi dan melakukan operasi bedahnya yang pertama pada tahun 975 M.

Kita juga punya Al-Hazen the First Scientist yang menemukan kamera pertama kali. Dan kitabnya yang masyhur "Al-Manadzir" atau yang Orang Barat menyebutnya dengan "The Optics" menjadi kiblat bagi para ilmuan. Bahkan menjadi materi wajib di kampus-kampus Eropa dan Amerika.

Kita punya Jabir bin Hayyan (722-815); the Father of Chemistry. Ada juga Sinan (1489-1588) Master Arsitek dari kekaisaran Ottoman yang telah membangun 447 bangunan menawan selama karir panjangnya bersama 3 sultan Utsmani yang berbeda. Dan juga Al-Jazari (abad 12) dengan Elephant Clock-nya. Yang menjadi symbol lahirnya patung robotic.

Sejarah mencatat dengan tinta emas bagaimana Islam merangkuh kejayaannya, bukan hanya dalam wilayah kekuasaan tapi juga keilmuan yang termajukan.

Buku yang selesai penggarapannya ini dibawah tangan Salim TS Al-Hassani, seorang Professor dari Universitas menchester bersam timnya ini telah dirilis pada tahun 2010 lalu di London melalui "1001 Inventions Exibition" di Museum Sains London.

Dan pada pameran ini, Meseum London berhasil memecahkan rekor dengan penugjung terbanyak, yaitu sebanyak 400.000 pengunjung selama satu smester 2010.



Ditahun yang sama, buku ini kembali dicetak ulang dan dirilis pada bulan Agustus. Kali ini dengan bahasa Turki. Sama seperti edisi terdahulu yang berbahasa Inggris, buku ini pun di launching dalam acara "1001 Inventions Exibition" di Turki.

Di tahun berikuknya, buku ini terbang ke semenanjung Arab. Pada akhir tahun 2011 buku ini kembali dilaunching versi bahasa Arab. Lagi dalam tajuk "1001 Inventions Exibition" di Abu Dhabi.

Dan baru saja pada 11 Maret kemarin, buku ini kembali singgah dan kali itu di California, Amerika Serikat dalam sebuah pameran dengan tajuk yang sama.

Buku inilah yang diharapkan bisa menjadi pembangkit para kaum muslimin dari tidurnya yang sangat lama dan kembali merebut kejayaannya. Begitu kata Prof. Salim Al-Hassani dalam wawancaranya pada pameran di London 2010 lalu.

Saya sendiri belum mempunyai buku fenomenal ini. Tapi tahun 2010 lalu, acara Ramadhan yang biasa saya tonton tiap tahun yaitu "Khowatir 6" yang disiarkan di saluran tivi MBC Saudi Arabia menjadikan buku "1001 Inventions" sebagai ulasannya selama sebulan penuh. Dari acara inilah saya tahu buku ini.

Acara yang dipandu oleh Ahmad Shughairi yang juga sebagai produser, di tahun ke-6 acara yang hanya disiarkan pada bulan Ramadhan ini, Shughairi mengupas tuntas isi buku "1001 Inbentions". Bukan sekedar mengupas, acara ini juga menjadikan Negara-negara yang disebutkan dalam buku itu yang menjadi tempat penemuan itu bermula sebagai tempat taping acaranya. Jadi "khowatir 6" tahun 2010 itu layaknya acara wisata sejarah ilmiah.

Sejak saat itu, saya "ngiler" untuk memiliki buku tersebut. Berharap Indonesia dikunjungi oleh pihak "1001 Inventions", eh sampai saat ini tak ada kunjungan dan tak ada juga terjemahan buku tersebut. 
episode Roleks Muslim. memperagakan teori pembuatan
jam yang ditemukan oleh AL-Astruluby
bersama Adam hart di London, seorang professor
berkebangsaan Inggris. praktek torpedo Air
yang ditemukan oleh Hasan Al-Rammah
pada penaklukan KOnstatinopel
Praktek Teori Qumroh dari Ibn Al-haitham
di Perpustakaan umum Istambul, Turki

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger