Anak Tidak Berhijab, Ayah Masuk Neraka! Hadits Palsu

"satu langkah wanita keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah pula ayahnya hampir masuk neraka. Satu langkah seorang istri keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah suaminya hampir masuk neraka".

Saya sering sekali dapat ungkapan ini, dan beberapa web atau juga blog termasuk FanPage yang menuliskan ungkapan tersebut menambahkan kata "HR. Hakim", yang berarti bahwa ungkapan tersebut sebuah hadits. Malah ada juga yang menisbatkan ungkapan itu kepada riwayat Imam Bukhori dan Muslim.

Tapi dari sekian banyak web dan blog yang memasang ungkapan itu di sejagad maya ini, belum satu pun saya dapati ada yang menambahkan sanad hadits tersebut. Atau minimal disisipkan pula teks bahasa Arabnya. Sama sekali nihil.

Malah ada juga gambar-gambar yang berseliweran di internet yang isinya gambar wanita yang tidak berhijab kemudian bawahnya ditulis ungkapan ini, tentu tidak lupa dengan tambahan "HR……"

Dengan keterbatasa alat, media dan referensi yang saya gunakan, saya sampai sekarang belum menemukan ungkapan itu dalam sebuah kitab Hadits, atau ada ulama yang mengaskan bahwa ini hadits. Karena memang kemunculan ungkapan tersebut juga agak aneh, tiba-tiba muncul dan kemudian menyebar tanpa ada sanad yang jelas.

Saya bukan dalam posisi menganjurkan orang untuk tidak menutup aurat, Na'udzubillah. Bukan juga melarang orang untuk berseru menutup aurat. Bukan itu! Saya harap tidak salah paham. Tapi saya melihat ada beberapa poin yang memang menabrak dinding syariah dengan ungkapan ini.

Hadits Buatan

Tentu poin yang paling penting ialah bahwa ungkapan ini sama sekali bukan hadits. Nah karena memang bukan hadits, maka jangan sekali-sekali kita menisbatkan sebuah ungkapan kepada Nabi saw yang aslinya itu bukan perkataan Nabi Muhammad saw.

Karena jelas itu melanggar syariah dan masuk dalam kategori berbohong atas Nabi saw. Yang parahnya lagi, bahwa orang yang telah berbohong atas Nabi saw ganjarannya adalah neraka. Bukan main besarnya ancaman bagi yang mencoba-coba menisbatkan sebuah perkataan kepada Nabi saw padahal aslinya bukan.

وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
"barang siapa yang berbohong atas ku dengan sengaja maka dia (telah) menyiapkan tempat untuknya di neraka"   (Muttafaq 'Alayh)

Perkara menisbatkan sebuah perkataan dan ungkapan kepada Nabi Muhammad saw bukanlah pekerjaan remeh yang sembarang orang bisa melakukannya. Kosekuensinya besar dan tidak tangung-tanggung. Karena berbohong atas Nabi tidak sama seperti berbohong atas manusia lain. Karena perkataan Nabi Muhammad adalah wahyu. Membual dengan hadits sama saja membual dengan wahyu. Lalu tempat apa yang lebih pantas untuk para pembual wahyu selain neraka?

Jadi harus lebih teliti dengan ungkapan-ungkapan yang banyak menyebar dengan label hadits tapi sanad dan kitab rujukannya tidak jelas.

Vonis Neraka

Ya. Walaupun dalam ungkapan tersebut tidak vulgar dinyatakan masuk neraka, hanya "Hampir" saja, tapi tetap hampir itu kan yang satu langkah, kalau langkahnya banyak ya yang tadinya hampir menjadi benar-benar masuk juga. hehe

Dan alam affirmasi sebuah dakwah, kata-kata seperti itu sangat kasar dan menimbulkan kesan negative bagi si pendengar dan mad'u.

Kata-kata semisal neraka, kafir, atau juga musyrik adalah kata-kata yang harusnya bisa dihindari dalam berdakwah. Dengan kata-kata kurang sopan itu, yang terjadi malah pendengar melipir pergi dan ogah lagi mendengarkan dakwah kita.

Dan yang harus dipahami bahwa perkara menentukan si fulan dan fulanah kafir atau neraka sama sekali bukan perkara ecek-ecek. Seseorang tidak bisa melabeli seseorang dengan sebutan kafir kecuali dengan bukti-bukti nyata. Bukan dengan hadits bualan seperti ini.

Dan ungkapan ini juga telah menyalahi standarisasi penilaian syariah, dalam quran disebutkan "Laa Taziru Waaziratun Wizro ukhro" (seseorang yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain).

Seorang ayah atau ibu yang sudah berkali-kali memerintahkan anak perempuannya yang sudah baligh untuk berhijab, lalu kemudian dengan kanakalan remaja itu ia tetap tidak menggubris perintah orang tua dan terus tidak manutup aurat, ya itu perkara si perempuan bukan lagi perkara orang tua.

Saya sering membayangkan bagaimana sakitnya perasaan orang tua dan suami ketika membaca ungkapan itu. padahal sejatinya beliau-beliau telah menempuh seluruh cara sekuat tenaga untuk bisa membuat anak dan istrinya menutup aurat. Tapi wanita itu tetap menolak untuk berhijab dengan alasan yang dibuat-buat.

Musa dan Harun 'Alaiyhimas-Salam Kepada Fir'aun

Firaun yang memang sudah jelas kufurnya, sudah jelas masuk neraka, sudah jelas menandingi Allah swt dengan mengaku sebagai tuhan dan meminta disembah oleh rakyatnya. Tapi tetap Allah swt memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berkata dengan perkataan yang baik dan sopan kepada Firaun.

"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut". (Thaha 44)

Ini kepada Fir'aun yang sudah jelas menyimpang, bahkan berani mengaku tuhan. Lalu kenapa kita terhadap saudara muslim lainnya yang sama-sama beriman, sama-sama berusaha untuk menjadi muslim yang makin baik tidak bisa berkata yang sopan dan lembut sebagaimana Musa dan Harun mendakwahi firaun.

Jadi memang seorang muslim ialah seseorang yang punya sifat "Tabayyun", cek ricek kebenaran kabar penting yang datang ke kuping kita, tidak asal telan.  

Wallahu A'lam.
Share this article :
 

+ komentar + 21 komentar

24 Desember 2015 07.53

Terimakasih infonya.

24 Desember 2015 07.54

Terimakasih infonya.

5 Februari 2016 07.59

Mungkin Iya-nya hadits buatan, namun kita kembalikan kepada Allah, sebab tetaplah iya-nya menganjurkan pada kebaikan..

31 Maret 2016 14.42

Menurut saya memang tidak ada hadist seperti itu, selama saya belajar agama belum pernah menemukannya.
Tetapi walaupun itu bukan hadist shohih tapi menurut saya ada benarnya juga.
Setiap lelaki yang gagal mendidik keluarganya akan mendapat dosa (menambah dosanya untuk masuk neraka).

1. Setiap istri adalah tanggung jawab suami (suami yang membiarkan/mengizinkan istrinya keluar rumah tidak menutup aurat akan mendapat dosa)
2. setiap anak perempuan adalah tanggung jawab ayah (sama intinya dengan istri) hingga dia menikah dengan seorang lelaki, maka berpindahlah tanggung jawab wanita itu ke suaminya.
3. setiap anak laki-laki adayah tanggung jawab ayah, sampai dia akil baligh/dewasa.

31 Maret 2016 14.49

Oh iya, tambahan lagi sedikit.
Untuk yang mau menggunakan kata-kata diatas "satu langkah wanita keluar rumah... ,dst" menurut saya boleh saja asalkan tidak menambahkan/menggunakan "HR..." (hadist riwayat siapapun)

10 Juni 2016 08.03

Az-Zumar(39) ayat 7 adalah petikan ayat yg diambil penulis sebagai dasar tulisan ini. Saya setuju dengan penulis tentang perkara ini (karena tidak bertentangan dgn Alquran), yg intinya seseorg yg berdosa tdk memikul dosa org lain.
Dan saya setuju dengan komentar muhammad ath thooriq tentang anak adalah tanggung jawab org tuanya. Tetapi, saya tidak setuju dengan konsep gagal dalam mendidik anak lalu menjadi dosa org tua (krn bertentangan dgn surat 39 ayat 7). Jika org tua sdh berusaha keras(dengan lemah lembut ta ha(20) ayat 44) memberitahu, mengingatkan, menyampaikan pesan berdasarkan alquran dan hadits shohih tentang kewajiban wanita menutup aurat,tetapi anak tersebut tetap tidak melakukannya ini tidak bisa diambil kesimpulan bahwa org tua gagal dlm mendidik anak dan org tua tersebut memikul dosa anaknya. ini adalah perkara hati, perkara hidayah. Dan yg mempunyai kuasa dalam memberikan hidayah adalah Allah SWT, kita sebagai manusia hanya mempunyai tugas menyampaikan pesan Al-'Asr(103) ayat 3 saling menasehati utk kebenaran. Manusia itu mahkluk ciptaan yg istimewa, sampai2 dalam Al-Baqarah(2) ayat 34 Allah SWT menyuruh malaikat utk bersujud kepada Nabi Adam.
Apa yg membuat kita keturunan Nabi Adam istimewa?
Jawabannya adalah karena kita keturunan Nabi Adam mempunyai kehendak sendiri (free will). Keistimewaan inilah yg membuat seseorg yg berdosa tdk memikul dosa org lain, keistimewaan inilah yg membuat hidayah Allah SWT sangat diidam2kan oleh seluruh manusia (jika mengetahui).
Wallahu A'lam.
Maaf jika komentar saya ada yg kurang berkenan. Saya juga manusia yg tak luput dari kesalahan.

11 Juli 2016 05.49

D dalam akhlak kita terhadap Rasulullah, salah satunya Nabi telah memberitahukan kepada kita dalam sebuah hadits " siapa saja yg berbohong atas namaku (Nabi Muhammad), maka siapkanlah drinya mengambil tempat duduk di neraka". Walaupun kebaikan namun tu adalah bohong, kalau menurut hadits ini tetap dhukumi akan masuk neraka. Karena brrti dia telah membuat syariat palsu seolah2 tu adalah perintah nabi. Wallahu alam bishowab

24 Juli 2016 05.51

Kalo todak salah ada ungkapan dr para perawi hadish bahwa jika anda bingung dengan hadis trsb kembalilah k Al Quran, jd kalo tidak salah Al Quran itu adlah Perintah dan Hadish adalah SOP nya contohnya adalah perintah sholat (perintahnya d Al quran, sednag tata caranya d jelaskan dalam hadis
Dan jangan pernah sekali2 berani membohong perintah Rossululloh krn ganjarannya sdh jelas
Itu menurut kemampuan nalar saya yg bodoh ini ya

Afwan sya tidak tahu pasti nama ustadz yg sering tampil di slah satu siaparan Tv beliau mengatakan bahwa seorang yang menganggap pendapatnya itu benar tanpa berpedoman kepada Al Qur'an dan As Sunnah sama saja menganggap dirinya lebih benar dari Rasulullah SAW.
Silahkan cari di FB sya Hikmah Alrezky. Afwan

Afwan sya tidak tahu pasti nama ustadz yg sering tampil di slah satu siaparan Tv beliau mengatakan bahwa seorang yang menganggap pendapatnya itu benar tanpa berpedoman kepada Al Qur'an dan As Sunnah sama saja menganggap dirinya lebih benar dari Rasulullah SAW.
Silahkan cari di FB sya Hikmah Alrezky. Afwan

Betul sekali Catur Nugroho bahkan nabi Nuh AS kewalahan dalam mendidik anaknya padahal Nabi Nuh adalah seorang utusan Allah apalagi orang tua kita yang hanya manusia biasa.

3 Oktober 2016 19.38

Saya tanya hadist itu apa?
Pasti, perkataan benar dan tidak salah

Jadi tidak ada namanya hadist palsu

Karena hadist itu benar terus

Kalau palsu yah..bukan hadist namanya

13 Oktober 2016 08.10

Mas bro, apa adminnya ni saya cmn mau komen mnrut mas muhamad thorig itu sdh benardan sdh benar2 benar alias shohih mutafaqun alaih, islam mengajarkan kita unt menutup aurot, jika kita tdk mlkukannya mk kita akn berdosa, allah dan nb mngajurkn jg kita unt mnutup aurot, otomatis kan berjilbab/berkerudung itu salah satu syarat mnutup aurot, jd mnutup aurot itu wajib, dan perempuan yg mnutup aurot akn lbh lebih lebih dan selebih lebihnya mulia drpd tdk mnutup aurot, kita ibaratkan aja permen yg sdh d buka dan yg masih terbungkus, kita jatuhkan dipasir secara bersamaan, manakah yang akan kita ambil!!!? Dan pastinya admin tau jg yg akn diambil, Dan itu yg d mksud islam mengajurkan kita unt mnutup aurot krn dia mmuluakn setiap kaum hawa seperti ratu, maaf bknnya saya ni sok tau tp itulah yg saya ktahui, maaf jk menyinggung dan ada yg tetsinggung

16 November 2016 18.36

Mohon utk disertakan pula sanad yg menerangkan bahwa hadist itu hadist maudhu'

18 Maret 2017 14.47

Bingung

30 April 2017 11.59

Tanpa ada ungkapan seperti pun seorang muslim wanita WAJIB mengenakan hijab

5 Mei 2017 18.36

Assalamu'alaikum.
wahai admin, bagian apa sajakah aurat wanita itu? setujukah jika sy mnyebutkan 'seluruh bagian tubuh trkecuali wajah dan telapak tangan'?

kemudian, adakan d Al Qur'an menyebutkan bahwa wanita wajib mengenakan pakaian unt menutup aurat mereka baik unt menutupi bagian tubuh termasuk lekukan tubuhnya?

sy rasa, sy tdk lg berbicara ttg hadis. mohon koreksi bila sy salah :D
Wassalamu'alaikum.

5 Mei 2017 18.44

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31].

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

sungguh kwajiban seorang Ayah unt mngingatkan kebaikan kpd Istrinya maupun anaknya.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger