Berbakti Kepada Orang Tua Tidak Butuh Simbolisasi!


Tanggal 1 syawal 1433 kemarin, sekitar pukul 03.45. Ada BBM yang masuk ke BB saya, beliau nanya begini:

‎​Ust, saya mau minta berkah dari ibunda saya ..... Saya mau cuci kaki beliau tapi dr tadi beliau sibul beres2 dsg.

‎​Saya mau nyuci kaki beliau, saya pernah dengan waktu yang afdol ketika malam takbiran .....

Gimana ust? Sedangkan orang tua saya masih sibuk .....

Saya jawab:

Yang diharuskan dan diwajibkan bagi seorang anak itu  berbakti dan berbuat baik kpd orng tua, termasuk ibu apalagi.

Berbakti kepada orang tua bukanlah pekerjaan yg membutuhkan simbolisasi. Simbolisasi dgn mencuci kakinya contohnya atau sejenisnya. Berbakti kepada orang tua ialah pekerjaan nyata sepanjang hayat. Selama orng tua kita dan kita juga masih hidup, dimasa itu pula kita diharuskan berbakti kepada orng tua.

Jadi tidak bisa disebut org yang tidak mencuci kaki kedua org tua/ibu khususnya di malam takbiran itu sebagai anak yang tidak berbakti. Juga tidak bisa dikatakan orang yang memcuci kaki beliau ialah anak yang berbakti. Itu tidak bisa jadi ukuran!

Adapun jika ingin mengambil atau meminta berkah dari ibu kita. Mencuci kaki beliau bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan keberkahan itu. Mencium tangannya dengan cinta, atau memandang matanya dangan khudu' dan khusu' adalah salah satu cara mendapatkan keberkahan ibu yang memang dianjurkan oleh Nabi saw. Jadi masih banyak cara!

Jangan terlalu menyesal jika tidak bisa mencuci kaki ibu. Kalau memang beliau sibuk ya jangan sampai pekerjaan kita ingin mencuci kakinya membuat belaiu makin sibuk dan repot. Tapi bukan berati ini tidak boleh. Kerjakan saja kalau memang itu bisa.

Keberkahan waktu bukan hanya ada pada malam takbiran. Ini memang yg masyhur. Tp bukan berarti satu-satunya waktu!

Keberkahan waktu itu ada sepanjang hidup sepanjang hayat kita. Karena pekerjaan berbakti kepada orang tua ialah pekerjaan sepanjang hayat. Nah sepanjang itulah keberkahan ada.

Selagi kita memberikan kebahagian dan membuat mereka bangga serta gembira, disitulah pahala dan keberkahan menimpa kita. Tidak terbatas pada hanya malam takbiran.

‎​Jadi berbakti kepada Orang tua itu bukan pekrjaan simbolik yang dilakukan dengan simbolisasi di waktu dan momen-momen tertentu saja. Tapi pekerjaan berbakti ialah pekerjaan sepanjang hayat selama nyawa dikandung badan.

Buatlah orang tua kita senyum dan bangga serta gembira bukan hanya di hari raya.

Wallahu a'lam.
Share this article :
 

+ komentar + 2 komentar

21 Agustus 2012 01.18

Saya malah pernah lihat ada orang yang mencuci kaki kedua orangtuanya dan meminum air bekas cucian kaki itu. Gilaaa..apa tidak takut sakit perut tuh orang. Mengharapkan ridlo sih iya, tapi kalo kaki orang tua kotor bisa sembelit juga. Tidak pernah mengecewakan hati kedua orangtua dalam segala bentuk saya kira sudah bisa mendatangkan ridlonya dan ridloNya. Selamat idul fitri 1433 H. Taqobbalallahu minni wa minkum. Jazaakallahu khoirol jazaa'. Wallahu a'lamu bishshowab.

22 Agustus 2012 08.09

yaa begitulah manusia, mas Isnan,hehe,,,.yang penting kan memang esensi dr bakti ortu itu sendiri, bukan acara acara simbolik kaya gitu..

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger