Mengenang 531 Tahun Wafatnya Sultan Muhammad Al-Fatih

Kemarin, pada tanggal 3 Mei adalah hari bersejarah bagi kaum Muslim sedunia, sekaligus hari kesedihan yang dalam. Tepat 531 tahun lalu di tanggal yang sama, seorang komandan tempur muslim lagi sholeh meninggal dunia dengan meninggalkan torehan tinta emas sejarah bagi dunia pertahanan dan peradaban Islam.

Tepatnya tanggal 3 Mei 1481 M, seorang yang digelari oleh Rasul SAW sebagai pemimpin pasukan muslim terbaik berpulang menjemput surganya kepada Allah SWT. Ya dialah Sultan Mehmet II, atau biasa yang dikenal dengan sebutan Muhammad Al-Fatih. Setelah 30 tahun memipin kerajaan Islam Konstantinopel, penerus kerajaan Ustmani yang telah dirintis oleh kakeknya Ustman. Tepat pada usia yang ke 49 beliau membuat seluruh kaum muslim banhir air mata dengan kepergiannya yang abadi menuju tempat yang telah disediakan oleh Allah SWT untuknya.

Dihari itulah, Eropa beserta sekutunya juga katholik beserta para pasukannya berpesta pora semalaman suntuk untuk merayakan kematian seorang yang benar-benar menjadi mimpi buruk mereka yaitu Muhammad Al-Fatih. Bagaimana tidak? Al-Fatih lah yang mengubur dalam-dalam mimpi Eropa untuk menguasai Barat ketika itu guna menyebarkan agamanya ditanah biru itu. Terlebih ketika pasukan Utsmani yang disebut dengan Yeniseri yang dipimpin langsung oleh sang Sultan berhasil menaklukan Konstatinopel. Bahkan bukan hanya itu, pasukannya terus bergeliriya didaratan Eropa sehingga sampai hari wafatnya, sang Sultan telah meng-Islamkan lebih dari setengah daratan Eropa.

Rasul SAW bersabda: "Konstatinopel akan ditaklukan. Dan sebaik-baik pemimpin ialah pemimpin pasukan itu dan sebaik-baik Pasukan ialah pasukan itu" (HR Ahmad).

Dan akhirnya janji Rasul itu pun terbukti nyata beberapa ratus tahun. Pasukan dan pemimpin yang dinanti-nanti itupun datang. Tepat pada tanggal 29 Maret 1453, Kota dengan tembok tebal itu ditaklukan oelh kaum muslimin. Dan Sultan Mehmet II beserta pasukannya Yeniseri tampil sebagai peraih gelar pasukan dan pemimpin terbaik dari Rasul SAW. Inilah yang menjadikannya spesial, sangat spesial dihati kaum muslimin. Dan karena peristiwa inilah ia diberi gelar "Al-Fatih", melengkapi namanya menjadi "Sultan Mehmet Al-Fatih".

Usianya ketika itu baru 21 tahun ketika memimpin pasukan Yeniseri yang berhasil menaklukan Konstatinopel. Konstatinopel yang dikenal mempunyai benteng pertahanan terkuat ketika itu dan berhasil menjaga kota tersebut selama lebih dari 11 abad dari gempuran para musuh-musuhnya. Dengan ikhtiar yang matang, strategi jitu, peralatan handal, dan tawakkal yang kuat dan tentu bukan asal jihad, akhirnya sang sultan berhasil membuat pasukan konstatinopel yang dipimpin oleh jenderal Constine kocar kacir dan menguasai konstatinopel sepenuhnya.

(dikesempatan yang akan datang, kita akan bahas bagaimana serunya pengepungan Konstatinopel diforum ini, InsyaAllah)
Dengan itu Konstatinopel pun berubah namanya menjadi Islam Bol, yang berarti "Kota Islam". Namun seiring berjalan waktu ada pergeseran kata dan akhirnya yang kita tahu ialah Istanbul.

Selain dikenal sebagai pemimpin perang yang handal juga garang didepan para musuh. Sultan Mehmet II juga dikenal oleh sejarah sebagai pemimpin yang sholeh dan taat beragama. Bayangkan sejak masa balighnya sang sultan sama sekali tidak pernah meninggalkan sholat malam. Dan selalu mengikuti takbir Imam yang pertama ketika sholat berjamaah yang fardhu. Maklum saja, sejak kecil sang sultan memang dipersiapkan oleh sang ayah Sultan Murod II untuk menjadi pemimpin Ustmani. Dengan itu pendidikan yang diberiakan pun tidak sembarangan. Sheikh Aaq Syamsuddin lah yang menjadi mentor spritual sang sultan sejak kecil, beliaulah dengan izin Allah membuat kepribadian apik sang sultan sehingga tumbuh besar menjadi pemimpin sholeh.

Bukan hanya itu, sang sultanpun membuat qualifikasi ketat bagi siapa yang ingin menjadi anggota pasukan Yeniseri. Disebutkan bahwa syarat utama ialah mahir membaca Al-Quran dan juga tidak pernah meninggalkan sholat fardhu sejak umur baligh. Bayangkam seperti apa pasukan Yeniseri ini?

Selain dikenal sebagai pemimpin handal nan sholeh, sejarah juga mencatat bahwa sang sultan adalah pemimpin yang berwawasan luas. Terbukti selama hidupnya, beliau menguasai 7 bahasa dunia yang berbeda-beda secara fasih.

Beliau juga mengusai beberapa bidang ilmu, salah satu yang ia gemari ialah philosofi dan science.

Beliau lahir di kota Edirne, Turki pada 29 Maret 1432 M. Dan wafat pada tanggal 3 Mei 1481 M. Beliau dimakamkan di Istambul, dekat masjid yang disebut dengan Masjid Al-Fatih, dan tempat itu dinamakan "Fatih Turbesi".
 
Share this article :
 

+ komentar + 3 komentar

4 Oktober 2015 21.44

Saya mencari tau dari berbagai literatur tp gak menemukan informasi, oleh karena apa beliau wafat pada usia yg masih 49 th? Apa dibunuh atau sakit? Bisa dibantu sebagai bahan pengetahuan sejarah

4 Oktober 2015 21.57

Saya mencari tau dari berbagai literatur tp gak menemukan informasi, oleh karena apa beliau wafat pada usia yg masih 49 th? Apa dibunuh atau sakit? Bisa dibantu sebagai bahan pengetahuan sejarah

20 Juni 2016 20.22

Dibunuh sama dokter dari Italia

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger