Siapa Sih Yang Wajib Puasa Ramadhan?


Untuk materi permulaan menjelang Ramadhan ini, kita akan mempelajari “siapa saja yang wajib berpuasa Ramadhan?”. Apakah semua orang Islam wajib berpuasa, besar, kecil, muda, tua? atau adakah keringanan? Lalu kepada siapa keriganan tu diberikan?

Siapa Yang Wajib Puasa?

1.       ISLAM

Ini adalah syarat mutlak. Siapa saja yang mengaku dan menyadari bahwa dirinya muslim maka dia wajib melaksanakan puasa Ramdahn pada waktunya. Tentu bukan hanya puasa saja, syariat yang lain pun demikian, wajib dikerjakan oleh siapa yang mengaku Islam.

wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa….” (QS Al-Baqoroh 183)

Karena puasa itu adalah suatu ibadah dan ibadahnya orang non-Muslim tidak akan diterima sampai ia masuk Islam terlebih dahulu. Dan sebab inilah pernah ada riwayat yang menyebutkan bahwa Sayyidina Umar bin Khoththob menangisi kawannya seorang Nashrani yang rajin memberi sedekah. Ketika ditanya kenapa ia menangis oleh sahabanya itu, beliau menjawab bahwa ia cinta kawannya itu karena suka memberi, namun alahkah sedihnya sebab ia tahu betul bahwa amalannya orang non-muslim tidak berrati apa-apa, dan tidak diterima oleh Allah SWT.

“siapa yang mencari agama selain Islam, maka ia tidak akan diterima, dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang yang merugi” (QS Ali Imron 85)

Jadi status Islam itu penting sekali, agar semua amal yang kita lakukan didunia ini mendapatkan hasil yang akan kita terima dari Allah nanti di hari akhir kelak. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang non-muslim, karena amalnya tidak berbuah apa-apa di akhirat.

2.       BALIGH dan BERAKAL (MUKALLAF)

Yang wajib baginya puasa Ramadhan ialah orang yang Baligh, artinya ia sudah sampai dan melampaui umur baligh. Dalam Islam, orang yang sudah baligh ia sudah dikenakan kewajiban-kewajiban syariah, yang disebut dalam bahasa syariat dengan istilah “Mukallaf”. Dari mulai sholat sampai haji.

Tetapi baligh saja tidak cukup, yang baligh memang sudah memasuki umur Mukallaf. Tetapi status Mukallaf itu juga akan gugur jika dia seorang yang sakit jiwa, atau tidak berakal alias gila.

Jadi ketika seorang itu baligh, tidak serta merta ia mendapat kewajiba syariah, akan tetapi ditinjau lagi apakah ia sehat atau sakit akalnya. Kalau dia termasuk yang sakit akalnya atau gila, maka tidak ada kewajiban syariah apapun atas dirinya. Karena itu kewajiban puasa Ramdhan berlaku bagi yang berstatus “Mukallaf” , yaitu sudah Baligh dan berakal.

Hadits Nabi SAW:
“pena itu diangkat (syariat tidak berlaku) bagi 3 orang: 1. Orang yang tidur sampai ia terbangun, 2. Anak kecil sampai ia baligh, 3. Orang gila sampai ia sembuh” (HR Abu Daud)

3.       MAMPU UNTUK BERPUASA (QUDROH)

Ini syarat yang paling penting dalam hal wajibnya berpuasa Ramdhan bagi seorang muslim; yaitu mampu berpuasa. Artinya ia dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tidak ada dalam dirinya hal-hal yang bisa menjadi udzur untuk tidak berpuasa.

Dalam bahasa syariatnya disebut dengan Rukhshoh, yang berate keringanan. Jadi seorang yang tidak terdapat dalam dirinya hal yang mendatangkan rukhshoh itu, maka tidak ada alas an baginya untuk tidak berpuasa.

Artinya ia benar-benar dalam keadaan sehat dan tidak berhalangan. Tidak ada dalam dirinya hal-hal yang menjadikan seseorang itu di peringankan untuk tidak berpuasa. Yang termasuk udzur untuk bisa mendapatkan rukhshoh itu ialah; Sakit, Musafir atau bepergian jauh dan juga lanjut Usia, atau orang yang sudah sangat tua dan sudah tidak mampu lagi baginya untuk menahan makan dan minum seharian.

Di artikel selanjutnya kita akan bahas masalah “siapa saja yang mendapatkan rukhshoh atau boleh tidak berpuasa”, InsyaAllah.

Ketiga hal yang telah disebutkan diatas tadi itu ialah syarat wajib puasa bagi seorang muslim. Dan ketiga syarat itu berlaku untuk semua jenis puasa, tidak saja puasa Ramadhan. Hanya saja yang membedakan ialah puasa Ramadhan itu puasa wajib. Karena ini wajib maka tidak boleh ditinggalkan.

Dan jika seseorang itu masuk dalam kriteria ketiga syarat tersebut, berarti ia wajib untuk berpuasa pada bulan Ramadhan.  
Share this article :
 

+ komentar + 1 komentar

1 Maret 2015 19.17

Syukron Ustadz. Salam silaturahmi dari :
http://belajar-fiqih.blogspot.com/

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger