Dilema Film "Sang Kiyai"

Di Film Sang Kiyai ada scene yang buat saya ini dilematis. Yaitu ketika kyai Hasyim sedang dalam introgasi jepang yang memaksa beliau menandatangi kesepakatan. 

Komunikasi dibantu oleh seorang penerjemah yang ceritanya beragam Islam. kyai Hasyim tetep menolak tanda tangan, sampai akhirnya terdengar suara azan,

Tanpa takut kiyai Hasyim langsung melipir pergi, si penerjemah bingung: "kiyai mau kemana?"

Kiyai Hasyim jawab, "sampean muslim? Apa hati sampean tidak terketuk mendengar panggilan sholat". Kiyai langsung pergi tanpa rasa takut.

Ini hebat, kiyai dengan posisi sulit seperti itu, beliau masih bisa dan berani menolak siapa saja yang menghalanginya beribadah. Tapi Dilema! Iya dilema. Film dengan perkataan kiyai itu yang memberikan cambukan untuk tidak seenaknya ninggalin sholat, tapi audiens XXI gimana?

Maksudnya, film sebagus itu justru menghadapi realita berbeda dari penontonnya. Karena banyak jadwal XXI untuk film Sang Kiyai malah bentrok dengan waktu sholat.

Ini keadaan yang biasa dan lumrah dalam jadwal pemutaran film di XXI. Biasanya antara Ashar dan Maghrib, atau Maghrib dan Isya. Masuk cinema sebelum waktu Ashar dan keluar di waktu Maghrib. Sholat Asharnya dimana???

Ada juga yang masuk cinema sebelum waktu Maghrib, tapi keluar setelah lewat waktu Isya. Lah sholat maghrib ne ngendi??? Dilematis kan jadinya?

Berani apa ngga audiens rela keluar cinema untuk melaksanakan sholat? Rela meninggalkan beberapa scnen film? Sebagaimana kiyai Hasyim berani keluar dari introgasi jepang untuk sholat.

"Kun Fayakun" Berani

Masalah yang sama juga pernah terjadi ketika pemutaran film yang diproduseri oleh Ust. Yusuf Mansur, "Kun Fayakun" tahun 2008.
Ketika tahu banyak jadwal pemutaran film Kun Fayakun di XXI yang bentrok dengan waktu sholat. Ustadz sedekah ini dengan berani menarik semua filmnya dari XXI dan stop edar!

Buat beliau ini dilema! Beliau membuat film itu untuk tujuan dakwah, tapi bagaimana bisa? Beliau dakwah tapi juga malah mendukung orang untuk ninggalin sholat. Karena memang dari awal tujuannya dakwah, ya beliau yakin aja menarik semua filmnya dari XXI tanpa takut rugi. Padahal umur "Kun Fayakun" di XXI belum genap 2 minggu.

Akhirnya beliau memilih jalan jualan VCD dibanding harus menaruh film di XXI.

XXI Bukan Pengajian

XXI memang datang untuk itu, untuk meraup keuntungan dengan jualan entertaiment. Ya memang bisnis, bukan bersedekah. Jadi kita tidak bisa memaksa XXI merubah jadwalnya.

Kita tidak bisa menuntut XXI bisa koperatif dengan pengunjung muslim dengan menyesuaikan jadwal sholat. Kita juga tidak bisa mendambakan XXI jadi sarana dakwah yang efektif, kecuali kalau memang kita bikin XXI sendiri.

Patungan kumpulin koin peduli XXI syar'i yang punya jadwal tidak bentrok dengan waktu sholat. Atau bikin masjid besar di setiap XXI. Namanya masjid "Wahid wa 'Isyrun" Hehehe.

XXI akan tetap jadi XXI yang memang menggelar pertunjukan untuk bisnis, tanpa tahu apa yang disajikan, yang penting banyak pengunjung datang dan dapat uang.

Yang kita bisa lakukan sekarang ya harus jadi muslim yang berani. Berani keluar dan rela meninggalkan beberapa scene film ketika kita nonton dan masuk waktu sholat. Berani?
Atau jadi lebih cerdas. Kudu pinter-pinter nyari jadwal kalau memang mau nonton XXI. Harus pilah pilih waktu yang tidak bentrok waktu sholat. Seperti jadwal setelah zuhur atau malam setelah maghrib dan isya. Karena bagaimanapun, nonton XXI itu tidak bisa jadi udzur syar'i untuk bisa menjama' sholat, apalagi meninggalkan sholat.

Sama kejadiannya seperti orang-orang yang (katanya) nasionalis, lalu berbondong-bondong masuk stadion untuk nonton Timnas. Masuk jam 5 sore, kickoff jam 7 malam. Kaluar stadion jam 9 malam.

Lalu sholat maghribnya dimana? Pokoknya yang namanya "nonton", sama sekali tidak bisa dijadikan uzdur syar'i untuk jama' sholat apalagi meninggalkannya.

Syariah itu mudah, tapi jangan dimudah-mudahkan!

Wallahu A'lam
Share this article :
 

+ komentar + 3 komentar

6 Juni 2013 12.46

ckck, jadi ingat pernah skali kejebak di bioskop, nggk lagi deh, tobat tobat
sebenarnya kita bisa aja kelaur dari tempat nonoton trus solat n balik masuk lagi...

22 Agustus 2013 12.03

Siiip....banget infonya makasih bayak

17 Maret 2014 02.27

subhannalloh...

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger