Kenapa Allah s.w.t. Menjadikan Nabi s.a.w. Sebagai Contoh untuk Manusia? ( #MaulidulRasul Bag. 2 )

Selain karena Nabi Muhammad s.a.w. itu manusia, salah satu hikmah kenapa Nabi s.a.w. dijadikan contoh oleh Allah s.w.t. untuk manusia; karena memang Nabi s.a.w. adalah pribadi yang komplit dan multi. Personal yang dilihat dari segala aspek hebat, bukan hanya satu aspek. Siapapun kita, apapun beackground pendidikan serta profesi kita, semua ada dalam sosok Nabi Muhammad s.a.w..

Kalau kita adalah seorang guru, Nabi s.a.w. juga seorang pengajar. Bukankah beliau yang mengatakan itu sendiri, dalam sunan Ibn Majah dikatakan: "Innama Bu'itstu Mu'alliman"; Aku memang diutus untuk mengajar. Nabi s.a.w. diutus oleh Allah s.w.t. salah satu tugasnya memang mengajar Nabi s.a.w.

Sepanjang sejarah, Nabi s.a.w. tercatat sebagai pengajar dunia paling sukses. Beliau yang selama 23 tahun berhasil mereformasi bangsa biadab menjadi bang yang beradab. Beliau yang berhasil mereformasi bangsa bar-bar nan radikal menjadi bangsa yang penuh damai. Beliau juga yang merombak umat yang terpecah belah, menjadi umat yang bersatu. Beliau juga yang membebaskan mental bangsa yang membeda-bedakan antara hitam, putih, merdeka dan budak, menjadi bangsa yang adil tanpa diskriminasi.

Kalau kita adalah seorang tentara, Nabi s.a.w. juga memimpin perang. Beliau juga yang meracik strategi perang, dan hapir semua berujung kepada kemenangan. Luhurnya budi beliau, tidak menjadikan tawanan bagai binatang. Dan sama sekali kemenangan yang dihasilkan, tidak menjadikan beliau murka dan benci kepada lawan. Mereka tetap didakwahi dan dimanusiakan.

Kalau kita adalah seorang pengusaha, Nabi s.a.w. juga bergadang. Bahkan sejak umur 9 tahun, Nabi s.a.w. sudah melakukan ekpedisi dagang sampai ke negeri Syam (Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah). Artinya sejak kecil Nabi s.a.w. sudah menjadi pengusaha kelas Internasional. Dan sejak itu pula beliau s.a.w. mendapat gelar al-Amin dari seklilingnya. Muhammad lah pedagang yang jujur, memberitahu kepada pembeli berapa modal yang digunakan dan berapa nilai keuntungan yang ia ambil. Sampai akhirnya pengusaha Khadijad binti Khuwailid mengangkatnya sebagai profesional yang menjalankan bisnis lalu mempersuntingnya.

Kalau kita adalah pejabat atau politisi, Nabi s.a.w. juga memimpin negara. Beliau s.a.w. diplomat ulung yang bahkan sejak sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau yang berhasil mendiplomasi antar suku untuk tidak saling bertengkar. Kita pasti ingat cerita tentang rekonstruksi ka'bah yang membuat semua suku ingin mnejadi pihak yang memindahkan batu mulia "Hajar Aswad".

Nabi Muhammad s.a.w. yang ketika itu masih berusia 35 tahun memberikan solusi dengan menggelar sebuah sorban lalu meletakkan batu mulia di atasnya, kemudian para kepala suku yang bersitegang memegang setiap sisi surban. Akhirnya semua menjadi pihak yang memindahkan batu mulia tersebut. Masalah selesai, aman, damai, ketegangan menghilang dan tanpa ada darah yang ditumpahkan.  

Beliau s.a.w. jugalah yang dengan kebijakan dan hikmahnya mempersaudarakan antara kaum Anshar di madinah dengan kaum muhajirin dari Mekah, padahal sebelumnya tidak pernah mereka kenal.

Kalau kita adalah orang tua, Nabi s.a.w. punya anak dan istri juga. Beliau pemimpin negara yang tahu bagaimana membangun romantisme dalam keluarga. Beliau juga yang mengajari kita bagaimana menjadi orang tua dan tetap bisa bermain bersama anak, cucu dan keluarga tanpa merepotkan kewibawaan seorang pemimpin negara.

Kalau kita seorang da'i, Nabi s.a.w. juga berdakwah. Beliau s.a.w. yang membuat semua orang yang didakwahi menyebut-nyebut namanya bahkan ribuan tahun setelah beliau wafat. Siapa yang dakwahnya bisa sesukses dakwah beliau?

Tanpa cacian, makian, hinaan, kebencian serta kebohongan, beliau s.a.w. menjadikan manusia berbondong-bondong masuk Islam (Afwajaa). Beliau mengajari para utusannya untuk berdakwah mulai dari hal dasar, tanpa menyusahkan dan menakuti-nakuti, tapi beri kabar gembira. Beliau juga yang marah ketika tahu ada salah seorang sahabat yang menyusahkan jemaah shalat karena terlalu lama membaca surat dalam shalat.

Ini pribadi yang komplik, multi, dari segala aspek hebat. Di masjid hebat, di pasar hebat, di rumah pun hebat, di medan perang hebat. Beliau benar-benar merepresentasikan "Uswah Hasanah". Apapun profesi kita, rugi kalau tidak mengikuti beliau s.a.w.

-allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad-
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger