solusi agar terhindar dari lupa dan ragu-ragu dalam sholat

Setelah mengetahui faktor-faktor utaman yang menyebabkan seseorang masuk dalam masalah ini ketika ia sholat, sebaiknya bagi kita untuk menemukan dan mencari solusi untuk setiap faktor yang telah tersebut diatas. Dengan begitu kita bisa InsyaAllah menanganinya dan akhirnya kita bisa melaksanakan sholat sesuai dengan apa yang Allah dan RasulNya perintahkan tanpa ada kekurangan ataupun celah.


a.      Setan (Syaithon)
Nabi Muhammad SAW sejak dulu telah menuntun dan mengajarkan kita bagaimana caranya agar setan tidak masuk kedalam sholatnya seorang muslim, yaitu dengan berzikir kepada Allah SWT meminta perlindungan dan penjagaan kepada-Nya dari gangguan setan, seperti yang tertera dalam hadits Nabi SAW,
عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللَّهُ عَنِّي [1]
Dari Abul ‘Alaa bahwasnya Ustman bin Abu Al-‘Ash mendatangi Rasulullah SAW dan berkata : “wahai rasul! Sesungguhnya setan telah menghalangi ku dalam sholatku dan juga mengacaukan bacaanku”. Kemudian Rasul SAW berkata : “itu adalah setan ‘khonzab’, jika kau merasakan kehadirannya dalam sholatmu berlindunglah kepada Allah dari gangguannya, dan meludahlah ke sebelah kiri 3 kali”. Kemudian Ustman berkata : “aku lakukan itu dan Allah menyingkirkannya (setan) dari ku.”  
berlindunglah kepada Allah yaitu dengan mengucapkan ‘A’uudzu billahi minasy-syaithoonir-rojiim.
Khonzab adalah nama setan yang tugasnya mengganggu sholatnya seorang muslim, ia pula yang meniupkan keragu-raguan dalam diri seorang muslim dan mengacaukannya.
Imam Nawaai berkata : “dalam hadits ini ada kesunnahan untuk kita meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan ketika kita merasakannya serta meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali. Dan arti kata ‘mengacaukan’ dalam hadits ialah membuat kita ragu-ragu. Dan arti kata ‘menghalangi’ ialah mengganggu dalam sholat dan mencegah kita untuk mendapatkan kenikmatan sholat tersebut.”[2]
Begitu juga telah tertera dalam Al-qur’an, ayat-ayat yang menunnjukkan dan mengajarkan seorang muslim untuk mencegah ganguan-ganguan setan yang datang dengan berzikir kepada Allah SWT meminta perlindungan kepadaNya.
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (200)[3]
“dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Dia maha mendengar dan maha mengetahui.”
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (36)[4]
“dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Dia maha mendengar dan maha mengetahui.”
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98)[5]
“dan katakanlah, Ya Tuhanku, aku belindung kepadaMu dari bisika-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepadaMu Tuhanku agar mereka tidak mendekatiku.”  
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk berzikir kepadaNya disetiap ingin melakukan segala pekerjaan agar terhindar dari bisika-bisikan setan yang akan merusak pekerjaan tersebut, baik itu ketika ingin makan, melakukan hubungan intim, menyembelih termasuk sholat dan sebagainya.[6]
Begitu juga seperti yang telah diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW selalu meminta perlindungan kepada Allah sebelum memulai melakukan sesuatu agar terhindar dari bisikan-bisikan setan yang akhirnya akan merusak amal tersebut, dengan mengucapkan do’a :
"أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم، من هَمْزه ونَفْخه ونَفْثه"
“aku berlindung kepada Allah dari godaan, bisikan, serta siulan setan yang terkutuk”[7]
Jadi kesimpulan, agar terhindar dari godaan dan bisikan setan yang akhirnya merusak ibadah sholat, seorang muslim dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Allah sebelum melakukan sholat dengan berzikir kepadaNya. Salah satunya dengan do’a : “A’uudzu billahis-samii’il ‘aliim minasy-syaithonir-rojiim min hamzihi wa nafkhihi, wa naftsihi”.
Seperti yang telah diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW ketika melakukan sholat malam, setelah takbir beliau selalu membaca “Laa ilaaha illallah” 3X, “Allahu Akbar” 3X kemudian Rasul membaca “A’uudzu billahis-samii’il ‘aliim minasy-syaithonir-rojiim min hamzihi wa nafkhihi, wa naftsihi” kemudian barulah Rasul membaca surat Al-Fatihah.[8]
Diriwayatkan pula bahwa rasulullah SAW setiap sholatnya selalu membaca do’a :
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
“Robbi ‘auudzu bika min hamazaatisy-syayaathin wa ‘auudzu bika robbi ay-yahdluruun.”[9]
“Ya Tuhanku, aku belindung kepadaMu dari bisika-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepadaMu Tuhanku agar mereka tidak mendekatiku.”

b.      Shoff Sholat Yang Tidak Lurus Dan Ada Celah Ketika Solat Berjama’ah
Solusi untuk masalah ini ialah seperti yang telah Rasul SAW perintahkan dalam hadits yang telah tertulis di bab sebelumnya,
رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ [10]
“lurus dan rapatkanlah shoff kalian, sejajarkanlah leher-leher kalian……”
Karena dengan shoff yang lurus dan rapat tiada tempat lagi bagi setan untuk masuk dan mengganggu, sehingga selamatlah sholat mereka yang selalu merapatkan dan meluruskan shoff nya ketika sholat berjamaah.
Rasul SAW juga mengumpamakan shoff yang lurus dan rapat bagaikan shoff-nya malaikat ketika berdiri didepan Allah SAW, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim;
أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ[11]
“tidakkah kalian berbaris layaknya malaikat yang berbaris didepan Allah ?” kemudian para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimanakan malaikat itu berbarsi didepan Allah ?” “mereka melengkapi shoff-shoff terdepan dan merapatkan barisan.”
 Perkara meluruskan dan merapatkan barisan dalam sholat berjamaah adalah tanggung jawab bersama bagi semua yang berada didalamnya; para makmum dan juga imam, seharusnya seorang makmum memperhatikan shoff-nya terlebih dahulu, dan shoff orang terdekatnya sebelum ia memulai sholat. Dan bagi Imam, adalah suatu yang sangat dianjurkan sekali untuk menghadap kepada para makmum sebelum ia memulai sholat guna menghimbau kepada mereka agar merapatkan shoff, dan tidak membiarkan shoff yang kosong tanpa menyuruh salah satu makmum untuk mengisinya. Jangan sampai kebiasaan acuh terhadap shoff ini menjadi budaya yang nantinya akan sulit sekali dirubah.
Dan ini juga menjadi tanggung jawab makmum masbuq; yaitu makmum yang datang terlambat dan Imam telah memulai sholatnya. Jika ia masuk masjid dan menemukan ada shoff yang kosong atau kurang rapat, maka sebaiknya ia merapihkan itu bukan hanya membiarkannya. Karena sesungguhnya merapihkan barisan dalam sholat ialah termasuk tolong menolong dalam kebaikan, karena ini membantu agar terhindar dari masuknya setan dalam shoff yang akan menggoda dan meruska sholat seorang muslim. dan pekerjaan ini juga termasuk dari amr ma’ruf wa nahyi anil-munkar, dan pelakunya akan mendapat balasan pahala bagi Allah.

c.       Telat Datang Ketika Sholat Berjamaah
Dalam masalah ini tidak ada solusi lain kecuali datang ke masjid lebih awal. Yaitu mengganti kebiasaan datang telat menjadi datang tepat waktu. Dengan datang sholat berjamaah tepat waktu aka nada banyak manfaat yang didapat, diantaranya besarnya pahala yang telah Allah janjika bagi mereka-mereka yang selalu datang untuk sholat tepat waktu. Karena sesungguhnya kadar besar pahala dan ganjaran itu diberikan sesuai waktu kedatangan kita ke masjid; siapa yang datang lebih awal maka baginya pahala yang lebih besar daripada siapa yang datang telat.
Seperti yang telah diriwayatkan dalam hadits shohih, bahwa ketika datang waktu sholat jumah, malaikat telah berdiri disetiap pintu masjid mencatat siapa-siapa yang datang. Maka siapa yang datang di awal waktu maka baginya pahala yang lebih besar disbanding siapa yang datang di waktu setelahnya.[12]
Atau dalam riwayat lain pula disebutkan, bahwa siapa yang datang ke masjid pada hari jumat di jam pertama, maka baginya pahala seperti pahalanya orang yang berkorban Unta. Dan siapa yang datang di jam kedua maka baginya pahala seperti pahalannya orang yang berkorban sapi. Dan siapa yang datang di jam ketiga bagaikan berkorban kambing, dan seterusnya. Semakin lambat datang maka semakin kecil pahala yang didapat.[13]   
Selain pahala yang besar, manfaat yang akan didapat bagi yang datang tepat waktu ialah; keluangan waktu baginya untuk menambah pahala dengan melakukan sholat-sholat sunnah dan juga ibadah-ibadah yang lain seperti membaca Al-Qur’an atau berzikir.
Dan ini menjadi solusi ampuh, bahwa datang lebih awal akan ada keluangan waktu untuk beribadah. Dan waktu yang telah dilewatkan dengan beribadah ini menjadi persiapan guna menghadapi ibadah setelahnya yaitu sholat yang wajib. Dengan ia telah menyibukkan dirinya untuk beribadah maka ia menjadi siap untuk melaksanakan ibadah setelahnya yaitu sholat yang wajib dan jiwanya sudah tidak lagi sibuk dengan perkara diluar ibadah. Dengan perumpamaan lain, bahwa badan ini, karena sebelumnya telah melakukan banyak ibadah termasuk sholat sunnah, maka badan ini sudah siap dan tidak akan kaget atau risih untuk melakukan ibadah selanjutnya yaitu sholat yang wajib.
Berbeda halnya dengan orang yang datang terlambat ke masjid dan Imam telah memulai sholatnya. Jika ia langsung masuk melaksanakan sholat, besar kemungkinan ia akan masih memikirkan segala sesuatu yang sebelumnya telah menyibukkan pikirannya sebelum ia masuk sholat tadi. Dengan itu, maka setan mendapat tempat atau peluang untuk merusak sholat orang tersebut.[14]     
Selain metode diatas tadi yang telah tertulis, ada pula solusi lain guna mengatasi keragu-raguan atau ke-lupa-an dalam sholat. Hanya saja setiap orang mempunyai faktor-faktor penyebab yang berbeda-beda maka solusinya pun berbeda-beda, tergantung apa yang ia pikirkan atau lakukan sebelum sholat, atau bahkan ketika sedang sholat. Yang terpentng adalah selau ingat Allah SWT, karena Dia lah yang mencipta segala dan mampu melakukan segalanya. Jika seseorang terus mendekatkan diri, berserah diri dan berdo’a kepada Allah serta memohon perlindunganNya, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan usahanya. Wallahu A’lam.      



[1] Shohih Muslim 4083
[2] Syarhu An-nawawi ‘Ala Muslim 14/190
[3] Surat Al-A’rof 200
[4] Surat Fushilat 36
[5] Surat Al-Mu’minun 97-98
[6] Tafsir Ibnu Katsir 5/492
[7] Tafsir Ibnu Katsir 5/492
[8] Shohih Ibnu Huzaimah 467
[9] Mushonnaf Abdul Razak 2568
[10] Sunan Abu Daud 571 bab Meluruskan shoff, Shohih Ibnu Huzaimah 1545
[11] Shohih Muslim 641
[12] Shohih Al-Bukhori 877
[13] Shohih Al-Bukhori 832, Shohih Muslim 1403
[14] Asy-syakk fi ‘adadi rokaar fil Sholah
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger