faktor-faktor yang menimbulkan keragu-raguan dalam sholat seorang muslim

Sangat penting bagi seorang Muslim untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan dirinya ragu ataupun lupa dalam sholat, sehingga nantinya dengan mengetahui faktor-faktor tersebut ia bisa menghindarinya dan mencari solusi untuk menanggulanginya agar sholatnya terjaga dari keragua-raguan dan kehilafan yang biasa dialami sebelumnya. 
Dan dalam bab ini, penulis akan mengenalkan beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi ragu dan lupa dalam sholatnya. Insya Allah.


a.      Setan (Syaithon)
Seorang Muslim yang memahami ajaran yang terkandung dalam Kitab suci Al-Qur’an juga Sunnah Nabi Muhammad SAW, baginya tidak ada keraguan lagi bahwa setan adalah musuh nomor wahid bagi seorang muslim. Dan ia meyakini sekali bahwa setan selalu mencegahnya untuk beribadah kepada Allah SWT dengan godaan, rayuan, dan tipu muslihatnya.
Karena setan akan kekal abadi selamanya didalam neraka, maka ia terus menggoda umat islam agar ikut bersamanya kedalam neraka jahannam, dan ia tidak akan senang melihat manusia taat beribadah kepada Allah SWT, maka ia terus berusaha menyesatkan dan merusak amalan-amalan umat islam juga ibadah mereka.
Dalam Al-Qur’an Allah SWT telah mengatakan melalui ayat yang tidak sedikit yang menerangkan tentang kebencian setan kepada umat islam dan keinginan besarnya untuk menyesatkan umat islam dari jalan yang lurus. Allah SWT berfirman,
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ (6)[1]
“sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ (5)[2]
“sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu”
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا (120)[3]
“(setam itu) memberikan janji-janji pada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.”
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ(40)[4]
“ia (iblis) berkata, ‘tuhanku, oleh karena engkau telah memutuskan ku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka dibumi, dan aku akan menyesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hambaMu yang terpilih diantara mereka’.”
Rasul SAW pernah bersabda :
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
“sesungguhnya setan itu berada dalam diri manusia sejalan dengan aliran darahnya”[5].
Karena itulah, setan terus dan selalu berusah dengan godaan dan segala tipu dayanya untuk membuat manusia berpaling dari jalan Allah, dan menjadika mereka lalai serta lupa kepada segala sesuatu yang didalamnya ada kebaikan, seperti yang telah dikatakan dalam FirmanNya,
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ (19)[6]
“setan telah menguasai mereka , lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, meeka itulah golongan setan. (ketahuilah) bahwa golongan setan itulah golongan yang merugi.”
Dan dari sekian banyak tipu daya setan yang ia gunakan untuk menyesatkan manusia, setan selalu berusaha merusak sholatnya seorang muslim. Setan selalu berusaha merusak rukun Islam yang kedua setelah syahadat ini dan terus menghalang-halangi seorang muslim untuk melaksanakan sholatnya secara keseluruhannya. Allah SWT berfirman :
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91)[7]
“setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti.”
Jika ia (setan) tidak bisa menghalangi seorang muslim untuk melaksanakan sholat, ia tidak akan berhenti berusaha. Akan tetapi ia akan mencoba cara lain yaitu berusaha merusak sholatnya itu ketika ia melaksnakannya dengan memasukkan keragu-raguan dan bisikan-bisikan dalam dirinya dan menyibukkan dirinya agar ia tidak focus lagi dalam sholatnya.
Seperti yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya,
إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ فَإِذَا قُضِيَ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِيَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْإِنْسَانِ وَقَلْبِهِ فَيَقُولُ اذْكُرْ كَذَا وَكَذَا حَتَّى لَا يَدْرِيَ أَثَلَاثًا صَلَّى أَمْ أَرْبَعًا فَإِذَا لَمْ يَدْرِ ثَلَاثًا صَلَّى أَوْ أَرْبَعًا سَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ[8]
Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk sholat, ia berlari sambil terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembali menghasut (mengganggu orang yang sholat). Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi sehingga menimbulkan sesuatu dalam hati orang yang sholat, kemudia ia (setan) berkata kepadanya ingatlah ini dan itu, sampai orang itu tidak tahu apakah ia telah sholat 3 rokaat atau 4 rokaat, jika ia tidak tahu telah sholat 3 atau 4 rokaat maka (baginya) sujud sahwi 2 kali.”
Beginilah kerjaan setan, ia selalu ingin merusak sholatnya seorang muslim sehingga ia tidak melaksanakan sholat tersebut sesuai dengan apa yang telah Allah dan rasulNya ajarkan; yaitu dengan menyempurnakan rukun-rukun sholat beserta sunnah-sunnahnya.

b.      Shoff Sholat Yang Tidak Lurus Dan Ada Celah Ketika Solat Berjama’ah
Ini yang banyak kita temukan di masjid-masjid atau di langgar-langgar ketika sholat berjama’ah di gelar. Banyak dari kita tidak peduli dengan shoff yang kita berdiri diatasnya ketika sholat berjama’ah. Bahkan sang Imam pun tidak memberitahukan kepada para makmum tentang masalah shoff ini.
Padahal shoff yang tidak lurus atau shoff yang ber-celah adalah salah satu penyebab masuknya setan yang pastinya ai akan mengganggu sholatnya seorang muslim, seperti yang telah Rasul SAW katakan dalam hadits,
رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَف[9]
“lurus dan rapatkanlah shoff kalian, sejajarkanlah leher-leher kalian. Demi Zat yang mengenggam jiwaku, sungguh aku benar-benar melihat setan masuk diantara celah-celah shoff seperti seekor anak kambing.”
Dalam riwayat lain banyak disebutkan bahwa Rasul SAW sangat perhatian sekali dengan masalah shoff yang lurus dan rapat. Dan menyebutkan bahwa lurus dan rapatnya shoff itu bagian dari sempurnanya sholat seorang muslim. Dan karena besar pentingnya masalah ini ada ancaman bagi siapa yang tidak meluruskan shoff sholatnya.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ[10]

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda : “luruskanlah shoff-shoff kalian, karena sesungguhnya lurusnya shooff itu bagian dari kesempurnaan sholat.”
عَنْ النُّعْمَان بْنَ بَشِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُم [11]
Dari Nu’man bin basyir berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “sungguh kau benar-benar  luruskan shoff mu atau (jika tidak) sungguh Allah akan palingkan pandangan kalian.”

c.       Telat Datang Ketika Sholat Berjamaah
Jika seseorang telat datang ke masjid untuk sholat berjama’ah, artinya ia melewatkan takbir ihrom bersama Imam. Ia akan langsung takbir untuk sholat ketika ia masuk masjid, dalam keadaan ini bisa saja ada sunnah-sunnah yang terlewatkan. Dan ia tidak masuk dalam sholat dengan persiapan yang sempurna, maka mungkin saja sholatnya akan terganggu dengan pikiran-pikiran yang menyibukkan kepalanya sebelum ia masuk masjid, maka ketika itu setan mendapat kesempatan untuk merusak sholatnya.[12]
Baiknya seorang muslim itu benar-benar dalam keadaan yang siap untuk sholat ketika ia masuk masuk masjid. Sehingga tidak ada lagi pikiran yang mengganggunya ketika ia sholat. Maka kita duanjurkan untuk menuju masjid dalam keadaan yang tenang dan tidak tergesa-gesa, sebagaimana yang telah Rasul SAW perintahkan,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلَا تُسْرِعُوا فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا[13]
“jika kalian mendengar Iqomah (azan sholat) maka pergilah menuju sholat, dan pergilah dengan tenang dan berwibawa dan janganlah kalian terburu-buru, sholatlah dalam keadaan seperti kalian temui Imam, dan sempurnakanlah apa yang terlewatkan.”
Selain faktor-faktor yang telah disebutkan diatas tadi, masih banyak lagi faktor-faktor yang membuat seorang muslim ragu-ragu dalam sholat. Hanya saja faktor-faktor yang disebutkan diatas ialah faktor-faktor utama yang bisa membuat seorang muslim menemukan keragu-raguan dalam sholatnya. Dan setiap orang mempunyai faktor-faktor yang berbeda dengan lainnya, kembali kepada diri setiap muslim tadi, yaitu sesuai dengan apa yang ia lakukan atau pikirkan sebelum ia masuk kedalam sholatnya.



[1] Surat Fathir : 6
[2] Surat Yusuf : 5
[3] Surat An-Nisaa’ : 120
[4] Surat Al-Hijr : 39-40
[5] HR Bukhori 3039
[6] Surat Al-Mujadilah 19
[7] Surat Al-Maidah : 91
[8] Shohih Al-Bukhori 3043
[9] Sunan Abu Daud 571 bab Meluruskan shoff, Shohih Ibnu Huzaimah 1545
[10] Shohih Al-Bukhori 681
[11] Shohih Al-Bukhori 676, Shohih Muslim 659
[12] As-Syakk Fi ‘Adadil Rokaat Fil Sholah 50
[13] Shohih Al-Bukhori 600 
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger