Yang Sedikit Ilmunya, Banyak Ngambeknya
Dalam kitabnya, I'laam al-Muwaqqi'in (3/13) , Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (751 H) menceritakan kisah gurunya, yaitu Imam Ibnu Taimiyah (728 H) ketika beliau dan para pengikutnya melihat segerombolan pasukan Mongol yang mabuk-mabuknya minum khamr. Melihat kejadian itu, para pengikut sang Imam geram dan marah sekali. Dan sebagai bentuk amru bil-ma'ruf wa nahyu 'anil-munkar, salah satu pengikutnya bergegas untuk memberikan peringatan kepada pasukan Mongol itu. Tapi anehnya ia malah ditahan oleh Imam Ibnu Taimiyah sendiri, dan beliau melarang salah satu pengikutnya itu untuk mencegah pasukan Mongol meminum khamr. Melihat apa yang dilakukan oleh Imam Ibnu Taimiyah, para pengikutnya heran dan kebingungan, kenapa sang Imam membiarkan mereka meminum khamr tanpa mencegahnya? Kenapa juga sang Imam mencegah salah satu pengikutnya yang ingin mencegah kemunkaran tersebut? Kemudian Imam Ibnu Taimiyah berkata: إنَّمَا حَرَّمَ اللَّهُ الْخَمْرَ لِأَنَّه...