Posts

Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengar Khutbah, Sah kah?

Image
Salah satu kampus yang memiliki 2 gedung kembar; gedung A dan gedung B, biasa melakukan sholat Jumat sendiri untuk para mahasiswanya dan juga beberapa karyawan yang kantornya berada di sekitar kampus. Kedua gedung menyambung dengan jalan yang ada di lantai 1. Sholat Jumat biasa diadakan di ruang utama gedung B di lantai 1 yang memang biasa digunakan untuk sholat. Saking banyaknya Jemaah yang ikut sholat Jumat, mereka sampai terhampar hingga lantai dasar, bahkan sampai ke gedung A yang berada di sampingnya. Namun jumat ini berbeda, speker yang biasanya menyala nyaring dengan kuat. Jumatan kali ini tidak berfungsi sama sekali. Jumatan sepi, para Jemaah yang berada di gedung A kebingungan karena sudah lewat waktu zuhur hampir 20 menit tapi belum juga terdengar khutbah. Tiba-tiba baru ada suara dari sebelah memberi isyarat bahwa sudah Iqomah sholat. Akhirnya mereka sholat Jumat dengan tanpa mendengar khutbah sama sekali. Walau satu huruf. Jadi pertanyaan, bagaim...

Razia Orang Ganteng Dalam Tradisi Syariah

Image
Beberapa hari belakangan, media ramai membicarakan kebijakan salah satu negara Timur Tengah yang mendeportase salah seorang warga Negara tetangganya dengan alasan terlalu tampan. Aneh memang, ketampanan bisa juga jadi sebab hukum Negara. Tapi terlepas dari itu semua, apakah berita ini benar atau tidak? Dan bagaimana pula kronologi ceritanya sehingga si tampan ini bisa dideportase dari negara tersebut dan mendapat tiket gratis pulang ke negaranya sendiri. Ternyata praktek yang mirip dengan itu juga pernah dilakukan oleh Sayyidina Umar bin Khothob pada masa kepimpinannya dulu. Yaitu beliau pernah mengasingkan salah satu warganya ke negeri Bashrah karena alasan ketampanan. Dan tentu alasan ketampanan bukanlah satu-satunya alasan untuk kebijakan sang khalifah ini, tapi lebih dari itu bahwa ada landasan syariah yang menjadi argument sang Amir Al-Mukminin dalam kebijakannya ini. Cerita selengkapnya seperti ini: Seperti kebisaan Khalifah Umar bin Khothob,...

Matang Sebelum Waktunya

Image
Saya terkejut dan bingung siang kemarin, ketika chat dengan salah seorang anak remaja yang masih dalam jenjang sekolah dari salah satu kota besar di seberang pulau sana. Rudi namanya, katakanlah demikian. Dia bilang dapat pin Blackberry saya dari internet setelah searching soal artikel syariah.  Dia menambahkan kalau memang dia sering mencari-cari artikel agama di mesin pencari gugel itu.   Awalnya chating kami biasa-biasa saja sama seperti kontak-kontak yang lainnya. Bertanya soal beberapa masalah syariah. Tapi makin lama, saya agak heran dan sepertinya khawatir.   Dia tidak saja bertanya, tapi seakan mengkritik syariah karena banyaknya perbedaan di sana sini. Dia menemukan Islam di sekolah tidak seperti yang ia temukan di rumahnya dari kedua orang tua. Berbeda juga apa yang ia temukan di jalanan umum. Bukan seperti anak kebanyakan yang seumur dengannya, yang saya tangkap dari chat kami tadi siang, sepertinya dia matang sebelum waktu...

Penyematan Nama Suami di Belakang Nama Istri, Boleh atau Tidak?

Image
Diakui atau tidak, memang penyematan nama suami dibelakang kebanyakan nama istri itu bukanlah suatu tradisi yang dikenal oleh syariah. Sejak zaman dulu, Nabi Muhammad saw beserta para sahabatnya tidak pernah melakukan itu, mereka tidak pernah menyematkan nama suami-suami mereka dibelekang nama istri-istri mereka. Pun begitu juga, bahwa istri-istri Nabi Muhammad saw tetap menyematkan nama ayah mereka dibelakang nama mereka, dan bukan nama Nabi. Seperti KHodijah binti Khuwailid , dan bukan Khodijah Muhammad . Penyematan nama suami dibelakang nama istri ialah budaya barat yang terlanjur menjadi kebiasaan bagi kita ini, dan bahkan hampir diseluruh Negara di belahan dunia memakai cara ini, yaitu menyematkan nama suami atau keluarga suami dibelakang nama istri. Pada awalnya memang sejak dulu kala, orang-orang semua menamakan dirinya dengan nama nasab. Maksud nama nasab ialah: ia menyematkan nama ayah kandung mereka dibelakang nama mereka dengan pemisah kata "Ibn" , atau ...

Memakai Aksesoris Simbol Agama Lain

Image
Yang pertama harus diketahui lebih dulu ialah, "Apa itu symbol". Kalau kita buka Kamus Bahasa Indonesia, kata " Simbol" berarti lambang. Itu saja. Dan memang symbol tidak punya arti lebih kecuali lambang atau tanda yang menyatakan suatu hal atau yang mengandung maksud tertentu. Dalam kamus Oxford online, kata " Symbol" mempunyai arti: "A mark or character used as a conventional representation of an object, function, or process", atau " a thing that represents or stands for something else, especially a material object representingsomething abstrack". Simpelnya bahwa symbol adalah sesuatu yang merepresentasikan sesuatu yang sulit digambarkan atau diceritakan menjadi terlihat jelas dengan symbol tersebut. Dalam bahasa Arab, symbol itu [ شعار، شعائر ] Syiar, Sya'air dalam bentuk plularnya. Artinya sama seperti yang te;ah dijelaskan dalam kamus bahasa Indonesia dan juga Oxford tadi. Yaitu sesuatu yang member...

Tasyabbuh Yang Dibolehkan

Image
Praktek tasyabbuh, yang merupakan menyerupai orang non-Islam dengan memakai pakaian khas mereka atau juga memakai simbol-simbol agama/theology mereka jelas keharamannya. Tidak ada satu ulama pun yang memandangnya sebagai hal yang boleh-boleh saja. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut" KAFIR ATAU TIDAK? Perbedaannya pada status si pemakai symbol itu, apakah ia menjadi Kafir atau tidak? Ulama terbagi menjasi 2 pendapat: Pertama: Kafir Ini pendapat yang banyak dipegang oleh jumhur ulama dari madzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi'i. Alasannya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh hadits nabi Muhammad saw sebelumnya tadi itu, bahwa siapa yang menyerupai suatu kaum makau dia bagisn dari kaum itu. Dan symbol-simbol tersebut ialah symbol khas yang menjadi identitas agama tersebut. Jadi tidak akan seseorang me...

Media "Teroris"

Image
International Confrence on Islam, Civilization, and Peace | 23-24 April 2013 | Hotel Borobudur Diselenggarakan oleh kementerian (Wazir) Wakaf Yordania, yang lalu menggandeng International Institute of Inter-Faith Studies Amman, Yordan. Intinya memang seminar ini ditujukan untuk memberikan gambaran Islam yang damai dan cinta kebersamaan. Sekaligus memperbaiki citra Islam yang "terlanjur" dikotori dengan label "Teroris" dan sebagainya. Hari pertama ada 8 pembicara, 3 dari Indonesia termasuk pak Jusuf Kalla, dan yang lainnya dari Yordan dan Oman. YANG TERLEWATKAN Semua orang Islam diamanapun itu, sepakat kok kalau memang Islam itu agama damai yang tidak pernah mengajarkan kekerasan. Semua tidak ada yang meragukan itu. Bahkan bom-bom bunuh diri yang diledakan, serangan-serang terhadap sipil yang "diduga" itu adalah serangan dari orang Islam radikal, kita semua tidak meyetujui itu. Karena memang itu sebuah kekerasan kepada orang yang tidak berhak m...