Basyar Al-Assad Memang 'Asad' (Singa)


Pergolakan politik yang terjadi di Suria sekarang ini, benar-benar telah menjadikan negeri belahan Mesir itu layaknya hutan. Hanya yang kuatlah yang bisa survive. Hanya mereka yang berkuasalah yang bisa melakukan segalanya.

Bagi anda yang sering mendengar atau membaca berita internasional, mungkin ketika mendengar kata Suria pasti anda sudah bisa menebak bahwa berita itu isinya ialah aksi Brutal pasukan Basyar Al-Assad.

Entah sudah berapa ratus warga sipil tak berdosa yang telah menjadi korban ketamakan seorang Al-Assad. Entah berapa himbauan dan desakan yang ditujukan kepadanya namun Ia tetap pada posisinya; tak mau turun.

Tapi memang begitulah seorang Al-Assad. Bukan untuk membela dictator tersebut, namun saya ingin melihat dari sudut yang sedikit berbeda tentang Presiden Suria ini. Dari namanya.

Dalam bahasa Arab Al-Asad atau Asad itu berarti Singa; Lion. Jadi kalau diterjemahkan secara harfiyah, Basyar Al-Assad berarti 'Basyar Sang Singa'. Walaupun dalam tulisan latin namanya ditulis dengan double 'S'. tapi ketika itu ditulis dengan bahasa Arab tetap itu terbaca sebagai Al-Asad.

Jadi wajar saja kalau referendum PBB pun masih ditantang oleh Basyar, toh tak ada yang ditakuti oleh sang singa. Sifat-sifat singa memang benar-benar telah mengalir dalam jiwa manusia (hewan) berusia 46 tahun ini.

Singa dikenal sebagai hewan buas yang mengauasai hutan, dan memang ia raja hutan. Kuat, tak mau mengalah. Ia belum berhenti berlari sampai buruannya itu bisa diterkam. Siapapun yang berusaha menggesernya dari posisi sang raja hutan, pasti dilawannya.

Ya begitu juga seorang Basyar. Berani, tak mau kalah,siapapun dilawannya. Bahkan Komite Liga Arab yang sudah jelas keterkaitan nasab dan agama dengannya tetap tak digubris segala himbauan mereka. Al-Asad tetap sang singa.

Dalam litelatur sastra Arab, para penyair sejak masanya Amr Al-Qois pada zaman Jahiliyah (sebelum masuk Islam) sampai masanya Al-'Umairy sekarang ini, kata Al-Asad tetap menjadi andalan dan layaknya kata wajib yang digunakan dalam syair-syair mereka.

Mereka memakai kata ini untuk menggambar bahwa objek yang dibicarakan ialah seorang yang berani gagah perkasa. Penyokong dan pengayom pasukan. Penakluk unggul musuh. Umar bin Khottob, Kholid bin Walid, thoriq bin Ziyad, Sholahudin Al-Ayyubi adalah orang-orang dengan label Al-Asad sejati dimata para penyair waktu itu.

Dan kita juga tau ada istilah Lion of Desert yang disematkan pada pahawan Libia; Umar Mukhtar. Begitulah orang-orang Arab dalam menggambarkan objek dengan istilah-istilah yang membuat dada membusung bangga. Dan msih banyak lagi contoh-contoh Lion yang lain.

Tapi sayang lelaki Suria ini bersemat Al-Asad namun dalam konotasi yang negatif. Negatif sekali. Sang Singa buas ini telah merajai 'Hutan' Suria dan membantai semua yang menentangnya.
Jadi musuh dunia saat ini ialah bukan hanya sang presiden biasa, namun seorang (seekor) Singa yang sudah pasti siapapun tidak akan mampu menaklukannya kalau hanya memakai ketapel untuk kelinci.

Rapat-rapat dan musyawaroh-musyawaroh saja tidak cukup untuk menghentikan terjangan sang singa. Bahkan fatwa ulama pun tidak bisa membuat sang singa merubah tempat duduknya.

Kita butuh mereka yang berpengalaman berburu singa untuk menaklukan sang singa.  

Basyar Al-Assad memang Asad!



Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ahmad Zarkasih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger